News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ida Dayak Kebanjiran Pasien Tapi Enggan Buka Praktik di Rumah, Tak Disangka Ini Alasannya 

Setelah praktiknya yang dinilai berhasil tersebut viral di media sosial, ia mengatakan tidak pernah membuka praktik di kediamannya. Ida Dayak ungkap alasannya
Rabu, 5 April 2023 - 13:26 WIB
Ida Dayak Melakukan Praktik Pengobatan Alternatif
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini, nama Ida Dayak sering disebut-sebut oleh warganet, khususnya oleh para pengguna media sosial Tiktok. Ia menjadi pembicaraan publik lantaran dipercaya dapat melakukan sebuah praktik pengobatan alternatif yang bisa mengobati berbagai penyakit.

Baik penyakit ringan maupun berat, beberapa penyakit tersebut seperti patah tulang, stroke, hingga tuna wicara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini permintaan kepadanya untuk menyembuhkan pasien semakin banyak. Sebab selain ia dapat mengobat berbagai penyakit, ia juga disebut-sebut tidak pernah meminta imbalan kepada pasiennya. 

Namun diketahui Ida hanya menjual minyak bintang dengan harga Rp50 ribu, selain itu dirinya tidak memungut biaya apapun, termasuk praktik pengobatan yang dilakukannya. 

Setelah praktiknya yang dinilai berhasil tersebut viral di media sosial, ia mengatakan alasan tidak pernah membuka praktik di kediamannya.

Seperti apa alasan dari Ida Dayak, mengapa ia tidak membuka praktik di rumahnya sendiri. Simak informasinya berikut ini.

Alasan Ida Dayak Tak Buka Praktik


Potret Ida Dayak. (Ist)

Sebelumnya viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang melakukan pengobatan alternatif, bernama Ida Dayak. 

Setelah praktiknya yang dinilai berhasil tersebut viral di media sosial, ia mengatakan alasan tidak pernah membuka praktik di kediamannya.

Dalam sebuah video yang diunggah pada media sosial TikTok menampilkan Ida Dayak yang menjelaskan mengapa dirinya tidak membuka praktik pengobatan alternatifnya di rumah.

Ida Dayak mengungkapkan bahwa dirinya ingin bebas dalam kehidupannya dan tidak ingin tertekan dengan semua pasiennya. Selain itu ia juga mengatakan ingin melihat Indonesia serta memiliki pengalaman.

“Kenapa saya tidak mengadakan praktek dirumah? Karena saya ingin lepas bebas seperti burung tidak mau tertekan supaya bisa melihat Indonesia dan punya pengalaman,” ungkap Ida Dayak dalam sebuah unggahan di media sosial Tiktok @matzeger_.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, menjalankan praktik pengobatan alternatif ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya Ida Dayak juga telah mengobati banyak pasien, hingga dirinya mengunjungi sejumlah kota di Indonesia. 

“Sebenarnya Ibu sudah lama melanglang buana. Sampai ke Irian papua, pernah ke sumatera, Flores. Ya hampir (seluruh) Indonesia, tapi belum semua,” ujar Ida.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT