News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Spot Wisata di Kawasan Malioboro, Kamu Wajib Mampir!

Jalan Malioboro adalah kawasan paling populer di Yogyakarta dan menjadi satu dari tiga jalan di Yogyakarta yang membentang dari Tugu hingga perempatan Nol Km
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:49 WIB
Kawasan Jalan Malioboro
Sumber :
  • via Java Travel

DI Yogyakarta - Malioboro merupakan salah satu kawasan paling populer dan menjadi objek wisata wajib bagi para pelancong yang datang ke Yogyakarta.

Jalan Malioboro sendiri adalah satu dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Nol Km yaitu Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga jalan tersebut dikenal dengan sebutan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta. Jalan Malioboro populer di kalangan wisatawan bukan hanya karena namanya yang sudah dikenal luas.

Di kawasan ini, kamu bisa menikmati berbagai spot, mulai dari pusat perbelanjaan, kuliner hingga spot foto instagenic. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut spot-spot yang wajib kamu kunjungi ketika datang ke Malioboro.

1. Kampung Cina Ketandan

Asal-usul Tionghoa Kampung Ketandan

img: via VIVA

Kampung Ketandan berada di daerah Malioboro, tepatnya sebelah utara Pasar Beringharjo. Kampung ini menjadi salah satu sentra perdagangan dan destinasi wisata di Yogyakarta. 

Seperti namanya, kampung ini menyimpan keunikan sejarah dan arsitektur khas Cina. Kampung Cina Ketandan juga menjadi bukti dari akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan kolonial.

Arsitektur bangunanya bernuansa klasik, sehingga tampak estetik untuk dijadikan latar foto. Tak heran kawasan ini juga menjadi spot favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.

Kampung Ketandan menurut sejarahnya hadir karena keberadaan etnis Tionghoa sebagai salah satu penggerak perekonomian di Yogyakarta. Dulunya, di zaman Belanda wilayah ini merupakan kawasan pusat permukiman pecinan.

2. Pasar Beringharjo

Pesona Pasar Beringharjo Yang Tak Ada Habisnya

img: via Rumah[dot]com

Pasar Beringharjo merupakan pasar terbesar di Yogyakarta. Pasar ini menjadi pusat oleh-oleh favorit bagi para wisatawan karena sangat lengkap, mulai dari pakaian, kuliner, sampai souvenir bisa kamu temui di sini.

Pasar Beringharjo sendiri memiliki sejarah panjang dengan menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Sehingga sayang untuk melewatkan tempat ini ketika kamu sedang di Malioboro

Dulunya kawasan Pasar Beringharjo merupakan hutan beringin. Begitu Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri pada tahun 1758, kawasan ini dijadikan tempat transaksi ekonomi bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Barulah pada tahun 1925, kawasan ini memiliki sebuah bangunan permanen. Dan nama 'Beringharjo' sendiri bermakna wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Nama ini diberikan oleh Hamengku Buwono IX.

3. Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg - Harga Tiket, Rute Lokasi & Spot terbaru 2022

img: via myTrip

Museum ini berada di sisi selatan pasar Beringharjo, dibangun pertama kali tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda. Sebelumnya bangunan benteng pertahanan, sebab bentuk bangunannya memiliki menara pengawas dan dikelilingi parit.

Museum Benteng Vredeburg merupakan bangunan cagar budaya dan memiliki beberapa koleksi yang menarik untuk kamu lihat, diantaranya diorama perjuangan bangsa Indonesia sebelum Proklamasi 1945 sampai pada era Orde Baru.

Selain itu, ada juga benda-benda bersejarah, seperti foto-foto dan lukisan tentang perjuangan dari era pra kemerdekaan, perang kemerdekaan dan setelah merdeka.

Dan yang menarik adalah bangunan-bangunan benteng peninggalan Belanda yang berarsitektur unik, menjadi daya tarik wisatawan untuk berfoto. Sebab bentuknya bernuansa klasik dan dijaga sesuai bentuk aslinya.

4. Titik Nol Km

Tampilan Terbaru Titik Nol km Jogja Yang Ikonik - Antareja Tour Jogja

img: via Antareja Tour

Titik nol kilometer Kota Yogyakarta adalah sebuah titik yang menjadi patokan penentuan jarak antar daerah di Yogyakarta atau kota-kota lain di luar Yogyakarta.

Titik Nol Yogyakarta berada di persimpangan Kantor Pos Besar. Selain itu, persimpangan ini juga dikelilingi oleh bangunan penting, seperti Bank BNI 46, Bank Indonesia, Gedung Agung, serta ada Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Kamu bisa melihat gedung-gedung tua peninggalan Belanda ini berarsitektur art deco, khas gaya Eropa kuno. Meski sudah direnovasi, namun semuanya disesuaikan dengan bentuk aslinya.

Tak heran kawasan ini menjadi spot favorit para wisatawan untuk mengabadikan momen dengan latar yang instagenic. Selain itu, kawasan ini juga menjadi lokasi yang nyaman untuk bersantai, karena disediakan banyak bangku bagi para wisatawan. Nol Km selalu ramai dipenuhi wisatawan baik pagi maupun malam hari.

5. Spot sepanjang jalan Malioboro

Mengenal Sejarah Nama Malioboro Yogyakarta yang Melegenda

img: via Hipwee

Selain spot-spot yang sudah kita bahas sebelumnya, sepanjang Jalan Malioboro itu sendiri juga merupakan spot yang syahdu untuk kamu nikmati. Contohnya saja papan nama Jl. Malioboro yang legendaris dan tidak pernah sepi wisatawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, kamu juga bisa menemukan beberapa bangunan berfasad Gevel Huis yang instagenic, misalnya Gedung Digital Lounge Bank BPD, Gedung Kimia Farma, dan Gedung Ex Chemist Druggists.

Sepanjang jalan Malioboro juga syahdu untuk kamu nikmati sambil berjalan kaki. Kamu dipayungi lampu-lampu jalan ikonik khas Yogyakarta. Kamu juga bisa beristirahat di bangku yang disediakan untuk para pengunjung. (Mzn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT