5 Kuliner Yogyakarta yang Legendaris dan Jarang Diketahui Wisatawan
- wonderful Indonesia official
3. Wedang Ronde Mbah Payem
Berikutnya adalah minuman khas Jogja, Wedang ronde Mbah Payem. Berbeda dengan wedang ronde lainnya yang disajikan dengan lebih modern, wedang ronde Mbah Payem diramu dengan cara yang masih tradisional.
Bahkan, tepung beras yang menjadi bahan isian wedang ronde, menggunakan tepung beras yang ditumbuk sendiri, bukan tepung siap saji yang dijual di pasaran. Berkat produksinya yang masih menggunakan cara tradisional, wedang ronde ini menghasilkan rasa dan aromanya yang khas.
Sehingga kamu wajib mencoba wedang ronde Mbah Payem ketika berwisata ke Jogja. Nikmati suasana malam Jogja dengan kehangatan semangkuk wedang ronde yang diracik oleh Mbah Payem.
Â
4. Oseng Mercon Bu Narti
Kuliner Yogyakarta legendaris berikutnya cocok bagi kamu yang menyukai makanan pedas. Jika berkesempatan mengunjungi Jogja, wajib mencicipi oseng mercon Bu Narti ini.Â
Oseng mercon ini merupakan kuliner yang dibuat dari olahan jeroan sapi yang dibumbui cabe rawit. Dinamai mercon (petasan), karena memiliki rasa yang super pedas. Kabarnya, dalam sehari, Bu Narti menghabiskan sekitar 50 kg jeroan dan 6 hingga 10 kg cabe rawit.
Gimana, kamu penasaran ingin mencoba langsung?
5. Jajan Pasar Mbah Satinem
Buat kamu yang suka jajan, bisa coba datang ke jalan Bumijo daerah Jetis. Disana kamu bisa membeli jajan pasar Mbah Satinem. Satu porsinya disajikan menggunakan satu bungkusan daun pisang, yang isinya lupis, gatot, tiwul, dan cenil.
Jajanan tradisional ini memiliki rasa yang nikmat, ditambah dengan taburan parutan kelapa dan juruh (kuah dari gula merah). Biasanya, jajan pasar Mbah Satinem ini bisa menjadi alternatif sarapan pagi.
Jadi sangat cocok untuk kamu nikmati sebelum mulai berkeliling kota Jogja. Pastikan untuk datang pagi-pagi agar tidak kehabisan atau mengantri terlalu lama.Â
Itulah beberapa kuliner Yogyakarta legendaris yang mungkin jarang diketahui oleh masyarakat dari luar Jogja. Kurang lengkap rasanya kalau berkunjung ke Jogja tanpa mencicipi kuliner tradisionalnya. (Mzn)
Load more