Tak Jauh dari Purwokerto, Pesona Alam Desa Melung di Banyumas Bawa Juara Hidden Gem Desa Wisata Nusantara
- Desa Wisata Melung
Pemandangan mendominasi di Desa Melung merupakan hamparan sawah terasering. Bentukannya seperti tangga berwarna hijau yang asri dan subur seolah membentuk layaknya perbukitan.
Vegetasi juga menjadi daya tarik Desa Melung lainnya. Tanaman pangan hingga perkebunan sebagai keunggulannya, seperti kopi, padi dan sayuran dari hasil dataran tinggi, serta kebun bambu untuk mendukung kerajinan tradisional warga lokal.
Mata air pegunungan juga menjadi keunggulan Desa Melung. Banyak air jernih terus mengalir tiada henti.
Hal ini sangat mendukung wisata air kolam renang alami yang dihadirkan di tengah hamparan sawah sebagai keunggulan utama yang viral di media sosial.
Tak ayal, kolam renang alami menjadi ikon menarik yang membuat Desa Melung viral di media sosial. Selain kolam alami, wisata Pagubugan berhasil memikat hati publik.
Wisata Pagubugan dibangun sejak 2017. Inovasi adanya wisata ini, pengelola dan warga ingin menunjukkan kombinasi keselarasan antara alam dan wisata rekreasi dengan gaya modern.
Di setiap sudut dan tepi pematang, banyak gubug-gubug bambu sebagai tempat istirahat wisatawan. Di sana, juga memanjakan wisatawan menikmati lanskap agraris dan aktivitas petani sambil menyeruput kopi.
Pengelola dan warga juga menghadirkan gardu pandang dan spot swafoto. Letaknya yang strategis berada di tengah hamparan sawah, membawa kesan dan pengalaman mendalam bagi wisatawan.
Dahulu Desa Melung hanya menjadi desa tertinggal dan kuno. Lantaran menggebrak konsep yang belum ada, warga juga terus mengembangkan homestay sebagai tempat istirahat wisatawan.
Warga sadar betapa pentingnya memperkuat UMKM. Untuk menunjukkan kepada dunia, warga juga mempertahankan kelestarian kesenian tradisional Lengger, serta akvitas sosialnya diwarnai dengan penuh toleransi.
Kelebihan Desa Melung lainnya memiliki legalitas SK BUMDes yang lengkap hingga banyak kelompok Sadar Wisata. Pengelolaan administrasi dana yang kuat menjadikan warga memusatkan wisata sebagai pusat perekonomian.
Walaupun populer dengan gelar dan panorama alamnya, warga hanya menggunakan 10 persen dari total 4,3 hektare sebagai pusat wisata. Sisanya tetap menjadi tempat pusat pertanian.
(hap)
Load more