Destinasi Wisata di Satu Daerah Yogyakarta ini Dikunjungi 1,8 Juta Wisatawan sampai Natal dan Tahun Baru 2026
- ANTARA
Yogyakarta, tvOnenews.com - Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta merupakan salah satu daerah favorit dikunjungi wisatawan. Jogja menawarkan perpaduan unik antara kekayaan budaya Jawa dan sejarah dibalut dengan banyaknya destinasi wisata.
Destinasi wisata di Yogyakarta memiliki keunggulan sendiri. Keindahan alam beragam menjadi sasaran wisatawan setiap tahunnya.
Namun ada destinasi wisata di satu daerah di DIY yang berhasil memikat hati wisatawan. Kabupaten Bantul, DIY menjadi daerah sukses menarik sebanyak 1,8 juta wisatawan.
Destinasi wisata di Kabupaten Bantul berhasil menarik 1,848.776 wisatawan sampai periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 langsung diungkap oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul DIY.
"Data kunjungan wisatawan ke Bantul selama periode Januari sampai Desember 2025 sebanyak 1.848.776 orang," ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi dalam keterangan resminya di Bantul, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengatakan, destinasi wisata tersebar di Kabupaten Bantul sukses memberikan keuntungan bagi perekonomian lokal. Pendapatan tempat wisata dari 1,8 juta wisatawan mencapai Rp26,7 miliar.
Markus menjelaskan bahwa, catatan hasil kunjungan jutaan wisatawan menyasar ke destinasi wisata di Bantul dari data di semua tempat pemungutan retribusi (TPR) wisata.
Ia mengatakan hasil TPR wisata tersebut terdata dari sepanjang pantai selatan hingga tempat wisata alam yang masuk ke dalam proses retribusi di Bantul.
Meski begitu, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Bantul belum terealisasi sepenuhnya di sepanjang tahun 2025 hingga memasuki periode Tahun Baru 2026.
"Pendapatan pariwisata 2025 hanya terealisasi 54,6 persen dari target sebesar Rp49 miliar," jelasnya.
Jumlah tren kunjungan wisatawan, kata Markus, selama periode bulanan bersifat variatif. Akan tetapi ada beberapa bulan memberikan kontribusi besar karena terdapat momen liburan di dalamnya.
Ia membandingkan bulan yang memiliki momen liburan maupun tanggal merah memberikan pendapatan jauh lebih besar ketimbang bulan lain yang padat dengan jadwal kerja maupun sekolah.
"Misalnya, selama Desember jumlah kunjungan sebanyak 183.788 orang dengan pendapatan Rp2,6 miliar. Pada bulan itu, momen liburan dari tanggal 20 sampai 31 Desember jumlah kunjungan 116.361 orang dengan pendapatan Rp1,6 miliar," terangnya.
Ia kembali membandingkan terkait jumlah wisatawan di sepanjang tahun 2024 dengan periode tahun 2025. Ia melihat ada penurunan 28 persen wisatawan mengunjungi destinasi wisata di Bantul selama 2025.
"Untuk perbandingan, selama Januari sampai Desember 2024 jumlah kunjungan sebanyak 2,3 juta orang dengan pendapatan sebesar Rp30,6 miliar. Jadi, tahun 2025 turun sekitar 28 persen dari tahun 2024," bebernya.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi memahami penurunan jumlah angka wisatawan di Bantul. Sebab mayoritas wisata di Bantul bernuansa alam, sehingga cuaca menjadi faktor pengaruh penurunan.
Apalagi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025), telah memasuki periode puncak musim hujan. Menurutnya, faktor cuaca mempengaruhi pada tingkat kunjungan wisatawan ke Bantul.
"Tahun ini (2025) secara akumulasi tren kunjungan wisatawan ke Bantul turun dari tahun kemarin, karena wisata kita di Bantul itu kan mayoritas wisata alam, sehingga sangat sensitif terhadap cuaca," papar Saryadi.
Sementara, Markus menyampaikan data selama periode Natal 2025, sebanyak lebih dari 38 ribu wisatawan menikmati destinasi wisata alam di Bantul.
"Tahun ini (2025) secara akumulasi tren kunjungan wisatawan ke Bantul turun dari tahun kemarin, karena wisata kita di Bantul itu kan mayoritas wisata alam, sehingga sangat sensitif terhadap cuaca," ujar Markus.
Beberapa objek wisata favorit bagi wisatawan untuk mengunjungi Bantul, antara lain Pantai Samas, Pantai Parangtritis, Pantai Goa Cemara, Pantai Baru, Goa Cerme, serta Goa Selarong.
Daya Tarik Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis merupakan salah satu objek wisata terpopuler. Bahkan pantai ini merupakan ikon pariwisata di Yogyakarta.
Keunggulan dari Pantai Parangtritis menawarkan perpaduan keindahan alam, seperti pasir vulkanik, ombak, besar, serta panorama sunrise hingga sunset yang memanjakan pikiran. Pantai ini juga dikenal memiliki kekayaan budaya dan mitos terkait legenda Nyi Roro Kidul.
Daya Tarik Pantai Samas
Pantai Samas menawarkan keunggulan terletak pada suasana alamnya yang masih alami. Ombak besar menjadi tempat peselancar pemula menikmati suasana pantai ini.
Pantai Samas juga menjadi area konservasi penyu. Keunggulan lainnya menawarkan suasana hutan mangrove hingga laguna air tawar yang merupakan hasil pertemuan dari aliran air sungai dan laut.
Daya Tarik Pantai Goa Cemara
Pantai Goa Cemara menawarkan keindahan alam berupa hutan cemara udang yang sangat rimbun. Menariknya, banyak pohon yang membentuk lorong alami seperti gua, sehingga menghadirkan udara sejuk dan spot foto instagramable.
Daya Tarik Pantai Baru Bantul
Pantai Baru Bantul memiliki keunggulan yang dapat membuat pengunjung nyaman. Pengelola menghadirkan kincir angin raksasa (PLTB) menjadi spot foto dibalut dengan latar belakang hamparan pasir hitam dan banyaknya pohon cemara udang yang rindang.
Daya Tarik Goa Cerme
Wisatawan kerap kali memenuhi kawasan Goa Cerme di Bantul. Objek wisata ini menawarkan keindahan formasi seperti stalaktit dan stalagmit. Kemudian, ada lokasi aliran sungai yang jernih di bawah tanah. Konon katanya, goa ini memiliki nilai sejarah dan religi lantaran sebagai tempat diskusi Walisongo.
Daya Tarik Goa Selarong
Goa Selarong menawarkan keindahan alam berupa perbukitan kapur kepada wisatawan. Perbukitan ini menjadi tempat jalur air terjun yang jernih. Suasana alamnya menggambarkan pedesaan yang masih asri dan sejuk.
(hap)
Load more