Ini Dia Pangan Lokal yang Disulap Jadi Cemilan Sehat
- ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Berdasarkan data, Kampar (Riau), Pringsewu (Lampung), Tabanan (Bali), Dumai (Riau) dan Buleleng (Bali) menjadi wilayah dengan peningkatan jumlah transaksi makanan dan minuman sehat paling tinggi tahun 2022.
Di sisi lain, wilayah dengan peningkatan penjual makanan dan minuman sehat paling tinggi adalah Kotawaringin (Kalteng), Lampung Timur (Lampung), Indragiri Hulu (Riau), Bukittinggi (Sumbar) dan Musi Banyuasin (Sumsel).
Sementara itu, Bengkalis (Riau), Lampung Tengah (Lampung), Demak (Jateng), Kubu Raya (Kalbar) dan Buleleng (Bali) mengalami lonjakan pembeli makanan dan minuman sehat tertinggi.
Pakar gizi dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK mengatakan konsep untuk makan sehat antara lain harus dekat dengan keseharian orang-orang dan mudah ditemukan sehingga dapat terus dikonsumsi. Dia menekankan pentingnya orang-orang mengutamakan sumber bahan pangan lokal.
Menurut dia, pandemi COVID-19 tiga tahun terakhir mengajarkan masyarakat banyak hal termasuk cara bagaimana menjaga kesehatan dengan berolahraga dan makanan sehat yang juga tak harus mahal.
Juwalita mengatakan, sebagian pasien yang berkonsultasi dengannya belakangan ini memiliki penyakit dengan penanganan melalui pola makan benar. Mereka ini dikonsulkan teman sejawatnya karena memiliki masalah dengan pencernaan terkait autoimun sehingga harus memodifikasi makanannya.
Mereka disarankan menghindari makanan mengandung glutten, karena akan semakin memperparah kondisinya sehingga harus mencari pengganti tepung. Menurut Juwalita, akan sangat sulit bila mereka benar-benar tidak makan sesuatu yang sederhana dan mudah didapat, tetapi tidak mengandung glutten.
Glutten sendiri merupakan protein dan tidak semua orang bisa mencerna dengan baik protein itu di saluran cernanya sehingga mencetuskan berbagai reaksi. Bila terkait saluran cerna maka keluhan yang bisa dialami seperti diare dan sakit perut. Sementara keluhan yang tidak terkait dengan saluran cerna misalnya sakit kepala dan nyeri-nyeri di badan usai menyantap produk mengandung tepung.
Juwalita mengingatkan, prinsip makanan sehat juga harus gizi seimbang. Pada orang di usia produktif khususnya, kurang serat bisa menimbulkan keluhan seperti sulit BAB, gula darah tidak terkontrol, kolesterol tinggi.
Oleh karena itu, mereka harus mencari makanan alternatif makanan yang mudah didapat tetapi nilai nutrisinya baik, sembari harus bisa menghindari makanan-makanan dengan lemak jenuh seperti dari daging merah.
Load more