News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

7 Ciri Skincare Abal-abal yang Jarang Disadari Orang, Sekilas Mirip dengan Skincare Umumnya Tapi....

Belakangan banyak skincare abal-abal yang muncul di pasaran. Meskipun mirip dengan produk-produk pada umumnya, namun ada beberapa hal yang membedakan, misalnya
Kamis, 27 Oktober 2022 - 14:44 WIB
Ciri skincare berbahaya dari kemasannya
Sumber :
  • Freepik

Jakarta – Kesadaran menggunakan skincare sudah mulai muncul di masyarakat, baik pada usia tua, muda, ataupun remaja. Namun sayangnya, tingginya demand terhadap skincare ini kerap disalahgunakan oleh banyak produsen ‘nakal’.

Mereka menciptakan produk skincare abal-abal dengan bahan yang berisiko bahaya untuk tubuh. Umumnya, iming-iming yang ditawarkan oleh produk skincare abal ini adalah harga yang sangat murah atau efek instan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal pada kenyataannya skincare abal-abal yang dibuat dari kandungan berbahaya punya risiko buruk untuk tubuh. Dari mulai reaksi alergi hingga masalah ginjal turut mengancam mereka yang rutin menggunakan skincare abal-abal.

Karena itu, dalam rangka menghindari skincare abal-abal, berikut ini 7 hal penting yang harus diperhatikan.

Tidak ada keterangan bahan baku

Ciri skincare berbahaya pertama bisa dilihat dari kemasannya. Biasanya skincare abal-abal tidak mencantumkan bahan baku atau ingridients pada kemasannya.

Hal ini menjadi trik dari produsen untuk ‘mengelabui’ pembeli. Karena kemungkinan skincare tersebut menggunakan bahan baku berbahaya, sehingga dirahasiakan.

Salah satu bahan berbahaya yang kerap disisihkan dalam skincare abal-abal adalah merkuri. Umumnya merkuri memang dapat memutihkan kulit dalam waktu yang instan.

Namun bahan satu ini juga punya risiko yang berbaya untuk kesehatan yakni menyebabkan gagal ginjal, kerusakan saraf, dan kelainan pada bayi yang baru lahir, jika dipakai oleh ibu hamil.

Skincare abal
Skincare abal bisa membuat wajah rusak (Freepik)

Warnanya sangat mencolok

Ciri skincare berbahaya lainnya adalah memiliki warna yang sangat mencolok. Biasanya warna yang sangat mencolok ini mengindikasikan adalah penggunaan warna tekstil di dalamnya. Tentu, sudah bukan rahasia lagi kalau pewarna tekstil tidak aman dipakai untuk kulit.

Biasanya warna-warna tekstil yang dipakai cenderung kuning terang atau putih mengkilap. Jika menemukan skincare dengan ciri ini sebaiknya dicek ulang sebelum memutuskan membeli.

Apabila memiliki lebih dari satu ciri skincare berbahaya, ada baiknya jika tidak usah dibeli saja.

Tekstur lengket seperti lem

Ciri skincare yang harus diwaspadai selanjutnya adalah jika teksturnya terasa sangat lengket. Sebenarnya tekstur yang lengket cukup biasa tapi jika sangat lengket perlu diwaspadai.

Singkatnya, skincare yang berbahaya ini memiliki tekstur yang sekilas mirip kandungan lem. Biasanya rasa lengketnya tidak akan hilang meski sudah digunakan selama beberapa waktu.

Jika menemukan hal demikian sebaiknya hati-hati. Pasalnya, rasa lengket yang parah bisa menjadi indikasi adanya bahan yang kurang ramah untuk kulit.

Tidak ada nomor BPOM

Perlu diketahui bahwa nomor BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah hal mendasar dalam produk-produk skincare. Karena itu, produk yang tidak memiliki nomor BPOM perlu diwaspadai karena berisiko bahaya.

Lantas, mengapa produk yang mengandung BPOM naik daun? Alasannya karena nomor BPOM mengindikasikan bahwa produk telah melewati uji klinis sebelum dipasarkan.

Trik untuk mencari tahu apakah suatu produk skincare sudah memiliki nomor BPOM atau belum, caranya cukup mudah. Mulailah dengan mengakses situs cekbpom.pom.go.ig. Selanjutnya, ketika nama produk skincare idi dalam pencarian.

Berbau menyengat

Ciri skincare berbahaya lainnya adalah berbau menyengat. Timbulnya bau menyengat ini umumnya dikarenakan oleh penggunaan bahan kimia di dalam produk. Biasanya, bau yang cukup perlu diwaspadai adalah aroma logam yang pekat.

Beberapa produsen tidak jujur umumnya menutupi bau logam ini dengan menambahkan perfume dalam jumlah yang banyak. Oleh sebab itu sebaiknya lebih peka terhadap bau skincare yang akan dibeli.

Skincare
Skincare berbahaya berisiko membuat wajah jadi breakout (Freepik)

Tekstur dan warna keabu-abuan

Selain warnanya yang sangat mencolok, dalam memilih skincare pastikan juga untuk menghindari produk yang berwarna keabu-abuan atau krem. Pasalnya, kedua warna tersebut punya kecenderungan mengandung merkuri yang cukup berbahaya bagi tubuh.

Namun tidak semua produk yang berwarna abu-abu sudah pasti memiliki kandungan merkuri di dalamnya. Perlu mempertimbangkan juga hal-hal di atas sebelum menilai suatu produk skincare berbahaya atau tidak.

Hasilnya instan

Dilansir dari Hellosehat.com, skincare yang berbahaya umumnya menawarkan hasil yang instan. Biasanya produk-produk ini diklaim bisa menunjukkan manfaat dalam waktu dekat.

Misalnya, dapat memutihkan kulit dalam waktu 1 atau 2 kali pemakaian. Jika menggunakan produk, khususnya krim pemutih, dan hasilnya langsung terlihat secara cepat, sebaiknya hati-hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, skincare yang ideal seharusnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menunjukkan hasilnya. Meskipun hal ini juga bergantung pada kondisi atau masalah kulit yang sedang dialami.

Itulah tujuh ciri skincare yang berbahaya dan perlu diwaspadai. Meski belum tentu mengindikasikan bahaya, tapi tetap perlu hati-hati. Apalagi jika terdapat lebih dari dua ciri skincare berbahaya di atas.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT