News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Panik, Ini Perbedaan Cacar Monyet dan Cara Air Serta Cara Pencegahannya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi bahwa kasus virus cacar monyet atau monkeypox telah terdeteksi di Indonesia, lalu seperti apa gejala dari penyakit ini
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 21 Agustus 2022 - 12:56 WIB
Cacar Monyet
Sumber :
  • Antara/Sutterstock

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi bahwa kasus virus cacar monyet atau monkeypox telah terdeteksi di Indonesia. 

Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan pasien tersebut adalah  warga DKI Jakarta yang melakukan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis sebelum akhirnya terkonfirmasi pada 19 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah berkonsultasi ke beberapa fasilitas kesehatan, pasien masuk ke salah satu rumah sakit milik Kemenkes pada tanggal 18 Agustus dan hasil tes PCR pasien terkonfirmasi positif pada malam hari tanggal 19 Agustus," papar Syahril dalam siaran tertulis, Sabtu, (20/8/2022).

Dia juga mengungkap gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan bila dibandingkan dengan virus endemik yang berasal dari Afrika tersebut.

Menurut Syahril gejala awal virus cacar monyet dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Namun perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. 

"Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu," imbuhnya.

Sementara itu, dokter di Medanta Hospital, Dr Ramanjit Singh mengatakan gejala penyakit cacar monyet antara lain demam, malaise, sakit kepala dan tenggorokan.

Menurut Singh, seperti dikutip dari Medical Daily, Minggu, (21/8/2022) semua gejala tersebut muncul sekitar empat hari sebelum lesi kulit dan ruam dimulai, terutama dari tangan dan mata sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Hal senada diungkapkan direktur medis di Batra Hospital, Dr SCL Gupta yang juga mengatakan gejala penyakit seperti sakit tenggorokan, demam, dan tanda-tanda penyakit akibat virus.

"Tanda utama virus ini ruam pada tubuh yang berisi cairan di dalamnya. Hal ini menyebabkan infeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh. Namun masalah muncul karena komplikasinya," katanya dikutip dari Antara.

Sementara itu, menurut Gupta cacar air disebabkan oleh virus RNA. Dari sisi gejala penyakit cacar air sendiri juga tidak separah cacar monyet meski tetap  menyebabkan ruam kulit dari yang dialami oleh pasien.

Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan kasus cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan secara global.

Hingga saat ini menurut catatan WHO setidaknya terdapat sekitar 89 negara yang sudah melaporkan adanya kasus cacar monyet di negaranya masing-masing dan terus berusaha menghentikan penularan virus tersebut dengan menutup pintu masuk wilayahnya.

Di Indonesia, Kemenkes  juga terus melakukan pantauan intensif di seluruh pintu masuk baik melalui jalur udara, laut, dan darat setelah adanya konfirmasi mengenai satu warga DKI Jakarta yang terserang monkeypox atau cacar monyet.

Sementara itu bagi masyarakat Kemenkes juga menyarankan untuk melakukan pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet sebagaimana dikutip dari laman kemkes.go.id antara lain;

Menghindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi) dan memasak daging dengan benar dan matang.

Kemudian sebisa mungkin tidak melakukan kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit serta melakukan pemisahan dengan pasien yang diduga terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenkes juga meminta masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.

Terakhir, mereka juga menyarankan untuk menggunakan alat pelindung diri atau APD bagi dokter atau perawat saat melakukan penelitian terhadap pasien yang  diduga terinfeksi virus cacar monyet. (pag/mii)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT