Seberapa Efektif Hipnoterapi untuk Atasi Kecemasan dan Luka Batin?
- Freepik
Meski sekilas mirip dengan meditasi karena sama-sama mengandalkan perhatian terfokus, hipnoterapi memiliki keunggulan dalam hal perubahan perilaku secara aktif.
Afik Faerman, PhD peneliti dari Universitas Stanford menjelaskan bahwa otak manusia terus mengedit pengalaman sadar berdasarkan ingatan dan keyakinan masa lalu.
“Otak kita menyerap informasi dari lingkungan dan menggabungkannya dengan keyakinan, pengalaman, dan ingatan kita sebelumnya untuk membentuk pengalaman sadar pada saat itu,” kata Faerman.
Ia menekankan, “Hipnosis adalah salah satu konteks di mana otak kita mengedit pengalaman sadar tersebut. Sebagai fasilitator sesi hipnosis, saya dapat memberikan panduan tentang cara mengedit pengalaman tersebut, tetapi terserah orang tersebut untuk bertindak berdasarkan saran saya.”
Hal senada disampaikan Guy Montgomery, PhD dari Mount Sinai. Menurutnya jika meditasi mengajarkan penerimaan, maka hipnosis melangkah lebih jauh menuju perubahan.
“Sementara meditasi membantu Anda menerima suatu masalah, hipnosis memungkinkan orang untuk melakukan perubahan guna mengatasi masalah tersebut,” tegasnya.
Sebagai solusi, Rian Trianoto bersama timnya menghadirkan Jinawa Project. Ini merupakan sebuah pendekatan pendampingan emosional berbasis hipnoterapi yang fokus pada akses pikiran bawah sadar untuk melepaskan emosi yang terhambat.
“Jinawa Project hadir untuk membantu orang melepaskan luka batin, menenangkan pikiran, dan kembali menemukan kedamaian dalam diri,” jelas Rian.
Sebagai penutup, Rian Trianoto mengingatkan bahwa kesembuhan mental bukanlah proses instan. Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi "badai" dalam diri sendiri.
“Yang terpenting adalah kesediaan seseorang untuk menghadapi dan memproses emosinya, bukan terus berusaha melupakannya,” pungkas Rian.
Load more