News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tips Hindari Mabuk Perjalanan Darat Saat Mudik Lebaran, Perjalanan Jadi Lebih Nyaman

Mabuk perjalanan sering terjadi saat mudik Lebaran. Simak tips sederhana untuk mencegah mual, pusing, dan muntah agar perjalanan darat lebih nyaman.
Senin, 16 Maret 2026 - 00:00 WIB
Mabuk perjalanan (Pexels)
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Perjalanan darat saat momen Idul Fitri sering kali identik dengan perjalanan panjang yang memakan waktu berjam-jam.

Banyak orang harus duduk lama di mobil, bus, atau kendaraan lain untuk menuju kampung halaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun bagi sebagian orang, perjalanan panjang tersebut bisa memicu mabuk perjalanan.

Kondisi ini membuat perjalanan terasa tidak nyaman karena menimbulkan gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah.

Mabuk perjalanan atau motion sickness sebenarnya cukup umum terjadi saat perjalanan darat.

Meski begitu, kondisi ini bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana agar perjalanan mudik tetap nyaman.

Mabuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal yang saling bertentangan dari sistem sensorik tubuh.

Tubuh manusia memiliki beberapa sistem yang bekerja untuk memberi tahu otak mengenai posisi dan gerakan tubuh, seperti mata, telinga bagian dalam, serta reseptor gerakan di otot dan sendi.

Ketika seseorang berada di kendaraan yang sedang bergerak, telinga bagian dalam akan merasakan gerakan tersebut.

Namun jika mata melihat sesuatu yang tampak diam, misalnya saat membaca buku atau menatap layar ponsel, otak menerima informasi yang berbeda.

Konflik sinyal inilah yang membuat otak “bingung” dan akhirnya memicu gejala seperti mual dan pusing.

Karena itu, memahami penyebab mabuk perjalanan dapat membantu seseorang mengambil langkah pencegahan sebelum melakukan perjalanan jauh.

1. Pilih Posisi Duduk yang Stabil

Salah satu cara efektif untuk mencegah mabuk perjalanan adalah memilih posisi duduk yang paling stabil di kendaraan.

Beberapa posisi yang biasanya lebih stabil antara lain, kursi depan mobil, bagian tengah bus, area yang tidak terlalu jauh dari pusat kendaraan

Posisi tersebut cenderung mengalami guncangan yang lebih kecil dibandingkan bagian belakang kendaraan.

2. Fokuskan Pandangan ke Depan

Menatap objek yang stabil di kejauhan dapat membantu otak menyesuaikan sinyal dari mata dan telinga bagian dalam.

Saat berada di kendaraan, usahakan untuk melihat jalan di depan atau horizon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cara ini membantu mengurangi konflik sensorik yang memicu mabuk perjalanan.

Sebaliknya, membaca buku atau bermain ponsel saat kendaraan bergerak justru dapat memperburuk gejala.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT