Luar Biasa Dahsyat! dr. Zaidul Akbar Ungkap Keajaiban Tubuh Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
- YouTube
tvOnenews.com - Banyak umat muslim mempersiapkan diri untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh semangat.
Namun, di balik aktivitas menahan lapar dan dahaga itu, ternyata terdapat keajaiban besar yang terjadi pada tubuh manusia.
Hal ini diungkap oleh dr. Zaidul Akbar di kanal YouTube pribadinya.
Menurut dr. Zaidul Akbar, banyak orang masih salah kaprah memahami manfaat puasa.
"Orang cuma pikir puasa itu untuk menurunkan berat badan. Tidak, yang terjadi itu dahsyat,” ujarnya dengan tegas.
Ia kemudian menjelaskan bahwa saat berpuasa, tubuh mengalami serangkaian proses biologis dan spiritual yang sangat luar biasa.
“Gula darah turun, tekanan darah ikut turun, tubuh mulai memproduksi antioksidan, menurunkan peradangan, memperkuat imun, meningkatkan pembakaran lemak, bahkan melindungi otak dan menjaga diri dari stres,” papar dr. Zaidul Akbar.
Semua proses itu, katanya, adalah bentuk dari “tentara Allah” yang bekerja di dalam tubuh manusia untuk memperbaiki dan menyeimbangkan fungsi-fungsi vital.

- Pexels/ Gül Işık
Salah satu keajaiban yang dijelaskan olehnya adalah autofagi, yaitu proses alami di mana sel tubuh memakan dan membersihkan sel-sel rusak.
“Autofagi ini hanya bisa aktif kalau orang dalam keadaan lapar. Jadi, saat kita puasa, tubuh melakukan pembersihan besar-besaran,” ujarnya.
Proses ini membantu menghilangkan patogen, lemak jahat, dan plak yang menempel di pembuluh darah, sekaligus memperbaharui sel-sel usus dan meningkatkan elastisitas kulit.
Zaidul Akbar juga menautkan proses ini dengan makna spiritual dari ayat dalam surat Al-Baqarah tentang puasa: ‘Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.’
Menurutnya, ayat ini menjadi pesan bahwa Allah telah menyiapkan puasa sebagai sarana penyembuhan alami bagi tubuh manusia.
"Puasa itu keren,” tegasnya sambil tersenyum.
Menariknya, ia juga menyinggung soal hubungan antara iman dan pola makan.
Mengutip pendapat ulama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, ia mengatakan bahwa salah satu penyebab turunnya iman adalah terlalu banyak makan.
“Kalau orang kekenyangan, iman bisa turun. Makanya dalam Islam, Allah kasih syariat puasa supaya tubuh dapat istirahat,” jelasnya.
Puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat setelah sepanjang tahun terus menerima asupan makanan.
Tanpa momen Ramadhan, mungkin manusia tidak akan pernah berhenti makan.
“Tubuh perlu break, perlu rehat, supaya bisa membersihkan dirinya sendiri,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat luar biasa itu hanya bisa diperoleh jika cara sahur dan berbukanya dilakukan dengan benar.
“Kalau buka puasanya sama kayak hari biasa, makan yang berminyak, berlemak ya percuma. Tubuh nggak sempat bersih,” tambahnya.
Penjelasan dr. Zaidul Akbar ini sontak menuai banyak reaksi positif dari netizen.
Salah satu komentar menarik datang dari warganet yang menulis, "Betul dok, saya sakit asam lambung hampir 2 tahun. Baru puasa Ramadhan 5 hari, asam lambung saya reda dan baik-baik saja.”
Fenomena ini memperkuat pandangan dr. Zaidul Akbar bahwa puasa bukan sekadar ibadah, tapi juga terapi alami yang menyehatkan tubuh secara menyeluruh. (adk)
Load more