News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenapa Saat GERD Kambuh Napas Jadi Sesak dan Jantung Berdebar? Ini Penjelasan Medisnya!

Napas sesak dan jantung berdebar saat GERD kambuh sering disangka penyakit jantung. dr. Bobby Arfhan Anwar jelaskan penyebab medisnya secara detail.
Selasa, 27 Januari 2026 - 23:29 WIB
Ilustrasi - Penderita GERD
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Banyak orang yang mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali merasa cemas karena gejala yang muncul menyerupai tanda penyakit jantung.

Sensasi dada terasa panas, sesak napas, hingga jantung berdebar kerap membuat penderita khawatir seolah mengalami serangan jantung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menurut dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, gejala ini sebenarnya memiliki mekanisme berbeda secara medis.

Dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews, dr. Bobby menjelaskan bahwa nyeri dada akibat GERD sering disalahartikan sebagai gejala jantung karena letak organ yang berdekatan.

“GERD itu artinya ada reflux atau aliran balik asam lambung ke esofagus. Nah, esofagus ini berada di tengah dada. Jadi ketika asam lambung naik, seseorang akan merasakan panas dan nyeri di tengah dada, di lokasi yang sama dengan letak jantung,” jelasnya.

Karena posisi tersebut, tidak sedikit pasien yang salah mengira bahwa rasa panas atau nyeri di dada merupakan tanda serangan jantung.

Padahal, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, hasil jantung mereka sering kali dinyatakan sehat.

Namun, sebaliknya juga bisa terjadi. Beberapa kasus penyakit jantung koroner justru menimbulkan gejala yang mirip dengan sakit maag.

“Ada juga pasien yang merasa nyeri di ulu hati, dikira maag biasa, tapi ternyata serangan jantung. Itu karena pembuluh darah yang tersumbat berada di bagian bawah jantung yang dekat dengan ulu hati,” tambah dr. Bobby.

Lalu, mengapa saat GERD kambuh seseorang sering merasakan napas sesak dan jantung berdebar?

Menurut dr. Bobby, hal ini bukan berarti GERD menyebabkan penyakit jantung, melainkan efek sekunder dari gangguan lambung itu sendiri.

“Gangguan irama jantung pada penderita GERD bukan hal umum dan kalaupun terjadi biasanya ringan serta tidak membahayakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rasa sesak pada penderita GERD disebabkan oleh meningkatnya tekanan asam lambung yang menekan diafragma, otot pemisah antara rongga dada dan perut.

Tekanan ini membuat paru-paru sedikit terhambat saat menarik napas sehingga muncul sensasi sesak.

“Asam lambung yang terlalu tinggi bisa juga menyebabkan iritasi di tenggorokan atau bahkan sebagian masuk ke saluran napas, sehingga timbul sensasi sulit bernapas,” terang dr. Bobby.

Sementara itu, perasaan jantung berdebar bukan disebabkan oleh gangguan jantung secara langsung, melainkan karena reaksi tubuh terhadap stres akibat rasa nyeri dan tidak nyaman.

"Rasa kembung, nyeri, dan cemas itu meningkatkan hormon kortisol serta adrenalin, sehingga jantung berdebar. Tapi ini bukan tanda penyakit jantung, melainkan reaksi sementara tubuh terhadap stres dari GERD,” katanya.

dr. Bobby juga menegaskan pentingnya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam bagi penderita GERD agar kondisi lambung dapat diobati dengan tepat.

Jika asam lambung terkendali, risiko gangguan napas maupun sensasi berdebar akan berkurang signifikan.

Ia menambahkan bahwa pasien dengan faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung, hipertensi, perokok, konsumsi alkohol, atau gaya hidup tidak sehat sebaiknya melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memastikan kondisi jantung dalam keadaan aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gejala GERD memang bisa menimbulkan kekhawatiran karena menyerupai penyakit jantung.

Namun pemahaman medis yang tepat menjadi kunci agar penderita tidak panik berlebihan dan bisa segera mendapatkan penanganan yang sesuai dari dokter. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
Terungkap, Alasan KPK Dalami Peran Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji

Terungkap, Alasan KPK Dalami Peran Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya keterlibatan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) yang memiliki peran sebagai pengepul dalam kasus korupsi kuota haji.
KPK Bagi Tiga Kluster Saat Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara

KPK Bagi Tiga Kluster Saat Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membagi tiga kluster saat melakukan pemeriksaan terhadap 17 saksi terkait perkara suap pengadaan pemeriksaan pajak di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara periode 2021-2026.
Soal Kejagung Jemput Tiga Kejari Padang Lawas-Magetan: Ada Pelaporan Tidak Profesional dalam Penanganan Perkara

Soal Kejagung Jemput Tiga Kejari Padang Lawas-Magetan: Ada Pelaporan Tidak Profesional dalam Penanganan Perkara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penjemputan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Fadilah Helmi, Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Septiapermana, Kajari Padang Lawas, Soemarlin Halomoan Ritonga dan beberapa Kepala Seksi lainnya, dalam rangka pemeriksaan di Jakarta.
Polda Metro Jaya Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Psikotropika di Kota Tangerang

Polda Metro Jaya Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Psikotropika di Kota Tangerang

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan dua tersangka dalam kasus peredaran narkotika sabu dan psikotropika Happy Five (H5) di wilayah Kota Tangerang, Banten.
Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Berikut rekap hasil hari pertama Thailand Open 2026

Trending

Ramalan Weton 28 Januari 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Badai Rezeki Sekaligus Ujian Tak Terduga

Ramalan Weton 28 Januari 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Badai Rezeki Sekaligus Ujian Tak Terduga

Tanggal 28 Januari 2026 jatuh pada hari Rabu Pon dalam penanggalan Jawa. Berikut lima weton yang diprediksi akan mengalami dinamika nasib paling drastis.
Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

Ustaz Khalid Basalamah mengupas soal hukum merayakan malam Nisfu Syaban. Menurutnya, tidak masalah asalkan tidak terlampau berlebihan dari syariat agama Islam.
Tidur Lebih Nyenyak dan Terhindar dari Mimpi Buruk, Biasakan Membaca Doa Sebelum Beristirahat Agar Mimpi Indah

Tidur Lebih Nyenyak dan Terhindar dari Mimpi Buruk, Biasakan Membaca Doa Sebelum Beristirahat Agar Mimpi Indah

tidak sedikit orang merasa tidurnya terganggu karena mimpi buruk yang datang berulang kali dan menimbulkan rasa cemas saat terbangun. Baca doa agar mimpi indah
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Berikut rekap hasil hari pertama Thailand Open 2026
Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berikan penjelaskan soal surat tanah lama, seperti girik yang segera tidak berlaku lagi.
Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Diketahui, pemenuhan panggilan pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi meringankan, atas permintaan dari tersangka Roy Suryo Dkk.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT