Aurelie Moeremans Buka Luka Lama, Psikolog Jelaskan Proses Panjang Pemulihan Trauma Kekerasan Seksual
- Instagram/aurelie
Lebih jauh, Gisella menjelaskan bahwa dampak trauma kekerasan seksual tidak hanya dirasakan oleh individu korban, tapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar.
“Efeknya bisa ripple effect. Bahkan orang yang hanya membaca kisahnya di media bisa merasa terguncang. Karena kekerasan seksual melanggar banyak aspek kemanusiaan, itu yang membuat dampaknya begitu dalam,” tuturnya.
Dalam kasus Aurelie, banyak yang memuji keberaniannya membuka luka lama melalui buku Broken Strings.
Menurut Gisella, tindakan seperti itu bisa menjadi bagian dari proses penyembuhan, namun tetap membutuhkan pendampingan profesional.
“Trauma kekerasan seksual bisa berlangsung jangka panjang, bahkan seumur hidup. Tapi manusia punya kemampuan resiliensi, kemampuan untuk bangkit,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan lingkungan sekitar sangat berperan penting dalam pemulihan korban.
"Jika penyintas berada di lingkungan yang suportif, yang bisa mendengarkan dan menolong tanpa menghakimi, itu akan mempercepat proses recovery,” kata Gisella.
Selain itu, korban juga disarankan untuk mendapatkan akses bantuan medis, psikologis, hingga hukum bila diperlukan.
“Setelah tenang, baru bantu dia mengidentifikasi kebutuhan. Apakah perlu ke psikolog, dokter, atau pendamping hukum. Ini proses yang panjang dan bertahap,” ujarnya.
Gisella menegaskan bahwa meski pemulihan tidak mudah, setiap penyintas kekerasan seksual memiliki peluang untuk kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih kuat.
Ia menutup dengan pesan agar masyarakat berhenti memperkeruh keadaan dengan menyebar opini atau gosip tanpa memahami kondisi psikologis korban.
“Yang dibutuhkan bukan rasa ingin tahu, tapi empati dan kepedulian,” ujarnya. (adk)
Load more