News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspadai Angin Duduk, Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin Padahal Tanda Serangan Jantung

Istilah “angin duduk” sering dianggap sebagai masuk angin biasa, padahal bisa menjadi tanda serangan jantung yang mematikan. Kenali sebelum terlambat.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:45 WIB
Ilustrasi Pusing Masuk Angin
Sumber :
  • Freepik/jcomp

tvOnenews.com - Istilah angin duduk sudah lama dikenal masyarakat Indonesia.

Banyak orang menganggapnya sebagai “masuk angin yang parah” karena gejalanya seperti sesak napas, nyeri dada, dan badan terasa lemas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menurut pandangan medis, angin duduk bukanlah penyakit akibat angin, melainkan serangan jantung (cardiac arrest) yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta menjelaskan bahwa istilah “angin duduk” sebenarnya hanyalah kesalahpahaman masyarakat terhadap kondisi medis yang serius, yakni penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

“Jadi angin duduk itu bukan karena ada angin yang masuk ke tubuh. Itu nama lain dari cardiac arrest atau sakit jantung. Jadi memang serangan jantung dan tidak ada hubungannya dengan angin,” ujar dr. Tirta.

Menurutnya, serangan jantung terjadi karena aliran darah ke otot jantung terhambat, sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

Akibatnya, detak jantung menjadi tidak normal dan bisa menyebabkan henti jantung mendadak.

“Itu jantungnya mengalami penyumbatan di bagian pembuluh darah yang memberi makan ke otot jantung. Gangguan detak itu yang akhirnya menyebabkan serangan jantung. Bukan karena duduk terus kena angin,” tambahnya.

Mengapa Disebut Angin Duduk?

Istilah “angin duduk” muncul karena gejalanya sering kali mirip dengan masuk angin biasa.

Banyak orang yang mengeluh dada sesak, punggung terasa berat, dan napas tidak lega, kemudian menganggapnya sebagai masuk angin.

Padahal, gejala tersebut merupakan tanda khas serangan jantung.

Ketika seseorang mengalami nyeri dada yang terasa menekan, menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, hal itu menandakan adanya gangguan serius pada jantung.

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat adalah keyakinan bahwa sering terkena angin malam atau duduk di tempat berangin bisa memicu serangan jantung. Padahal, hal itu tidak benar secara ilmiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, cuaca dingin memang bisa memicu serangan jantung, terutama pada orang dengan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung.

Suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung menjadi terganggu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT