Kutu Air di Kaki, Apakah Aman Diolesi Petroleum Jelly? Begini Faktanya
- Freepik
tvOnenews.com - Kutu air merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi, terutama di negara tropis seperti Indonesia.
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari. Kutu air bisa menyebabkan rasa gatal, kulit pecah-pecah, bahkan bau tidak sedap.
Banyak orang yang mencoba berbagai cara untuk meredakan gejalanya, salah satunya dengan mengoleskan petroleum jelly.
Namun, apakah penggunaan petroleum jelly untuk kutu air benar-benar aman dan efektif?
Menurut dr. Djaja Surya Atmadja, seperti dikutip dari kanal YouTube X-Undercover, kutu air biasanya muncul akibat kondisi kaki yang lembab dan tertutup terlalu lama.
"Ya semua negara tropis terutama, ada di kalangan atlet itu, orang-orang yang memang suka ya kondisi kakinya tertutup dan lembab dan berkeringat,” kata dr. Djaja.
Lingkungan lembab dan panas menjadi tempat ideal bagi jamur penyebab kutu air untuk berkembang biak.
Karena itu, seseorang yang sering mengenakan sepatu tertutup atau tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik berisiko lebih tinggi terkena kutu air.
Ketika kutu air muncul, banyak orang beranggapan bahwa petroleum jelly bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa gatal atau mencegah kulit kering akibat luka di area kaki.
Namun, menurut dr. Djaja, penggunaan petroleum jelly atau Vaseline justru tidak disarankan.
“Jangan dikasih Vaseline, nggak ada efek Vaseline tuh. Kalau berasa gatal segala macam, yang dipakai tuh minyak kayu putih. Minyak kayu putih aja ngurangin gatal tapi nggak ngilangin jamurnya,” ujar dr. Djaja.
Petroleum jelly bersifat oklusif, artinya dapat menutup permukaan kulit dan mempertahankan kelembapan.
Meskipun ini bermanfaat untuk kulit kering, pada kondisi kutu air justru bisa memperburuk keadaan. Lapisan petroleum jelly yang menutup kulit membuat area tersebut semakin lembab dan menjadi tempat yang nyaman bagi jamur berkembang biak.
Dr. Djaja menjelaskan bahwa untuk mengatasi kutu air secara efektif, yang dibutuhkan adalah obat antijamur, bukan pelembap seperti petroleum jelly.
“Kalau mau ngilangin jamurnya pakai anti jamur, rendamin air garam, air soda, soda kue, air itu cuka, air sirih,” sarannya.
Perawatan alami seperti merendam kaki dengan air garam atau air hangat yang dicampur cuka dapat membantu membunuh sebagian besar jamur penyebab kutu air.
Selain itu, soda kue dan daun sirih juga dikenal memiliki sifat antijamur alami yang bisa membantu mempercepat penyembuhan.
Namun, dr. Djaja juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kekeringan kaki agar jamur tidak kembali muncul.
Setelah mencuci kaki, pastikan sela-sela jari benar-benar kering sebelum mengenakan kaus kaki atau sepatu. Jika kulit terasa lembab, jamur akan lebih mudah tumbuh kembali.
Selain itu, penderita kutu air juga disarankan untuk tidak berbagi handuk, alas kaki, atau kaus kaki dengan orang lain, karena jamur dapat menular melalui permukaan lembab tersebut.
Penggunaan bedak antijamur atau semprotan khusus kaki juga bisa membantu menjaga kaki tetap kering dan bebas bau.
Jadi, alih-alih menggunakan petroleum jelly, dr. Djaja menegaskan pentingnya pengobatan yang tepat dengan krim antijamur dan kebersihan kaki yang terjaga.
Dengan perawatan yang benar dan disiplin menjaga kebersihan, kutu air bisa disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh lagi. (adk)
Load more