Benarkah Minum Jus Terlalu Sering Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan dan Risiko Diabetes? Begini Penjelasan Dokter!
- pexels.com
Selain berisiko pada kadar gula darah, jus buah juga dapat menambah asupan kalori tersembunyi.
Banyak orang tidak sadar bahwa segelas jus bisa mengandung kalori setara dengan dua hingga tiga porsi buah utuh.
Jika ditambah dengan gula tambahan atau susu kental manis seperti pada jus-jus kekinian, maka kandungan kalorinya bisa meningkat drastis.
Misalnya, jus mangga atau alpukat yang ditambah gula cair dan topping cokelat bisa mencapai 300-400 kalori per gelas.
Jika dikonsumsi setiap hari tanpa disertai aktivitas fisik yang cukup, maka kenaikan berat badan tak bisa dihindari.
dr. Hans menyarankan agar masyarakat tidak sepenuhnya menjauhi jus, tetapi mengonsumsinya dengan bijak.
Jus boleh diminum sesekali, namun bukan sebagai pengganti makanan utama atau kebiasaan harian.
“Bolehkah kita minum jus? Boleh, tapi jangan banyak dan jangan jadi kebiasaan. Sekali-kali minum jus, tapi tetap makan buah utuh dan sayur utuh,” sarannya.
Ia juga menegaskan bahwa makan buah dan sayur secara langsung jauh lebih menyehatkan dibandingkan jus.
Buah utuh mengandung kombinasi sempurna antara air, vitamin, mineral, dan serat alami yang membantu proses metabolisme dan pencernaan bekerja dengan optimal.
"Jadikan sayur dalam tiap kali makan, jadikan buah dalam tiap kali cemilan. Berat badan Anda bisa turun, bahkan gula semakin gampang dikendalikan,” ujarnya.
Selain itu, dr. Hans mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap jus kemasan yang banyak dijual di pasaran.
Meskipun diklaim “alami” atau “tanpa pengawet”, sebagian besar jus dalam botol atau kotak telah melalui proses pemanasan dan mengandung gula tambahan yang bisa memperparah risiko obesitas dan diabetes. (adk)
Load more