News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada Sebelum Terlambat, Perbedaan Hipertensi Primer dan Sekunder, Mana yang Paling Berbahaya?

Beragam jenis hipertensi punya risiko berbeda. Ketahui perbedaan hipertensi primer dan sekunder, gejala, serta mana yang lebih berbahaya agar bisa waspada!
Jumat, 14 November 2025 - 19:41 WIB
Ilustrasi Hipertensi
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu kondisi kesehatan yang paling umum dialami masyarakat.

Meski sering dianggap sepele, hipertensi dapat memicu berbagai komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dunia medis, hipertensi dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Keduanya sama-sama menyebabkan tekanan darah meningkat, namun memiliki penyebab dan cara penanganan yang berbeda.

Hipertensi Primer

Hipertensi primer, atau hipertensi esensial, adalah jenis tekanan darah tinggi yang paling banyak dialami.

Menurut para ahli, sekitar 90% kasus hipertensi yang ditemukan adalah hipertensi primer. Yang membuatnya sulit dikendalikan adalah fakta bahwa kondisi ini tidak memiliki penyebab pasti.

Faktor keturunan, pola makan yang salah, stres, obesitas, kurang olahraga, dan gaya hidup tidak sehat sering menjadi pemicu utamanya. Karena berkembang secara perlahan dalam waktu bertahun-tahun, banyak penderita tidak menyadari tekanan darahnya meningkat.

Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Seseorang baru merasakan keluhan seperti pusing, jantung berdebar, hingga sesak napas ketika kondisinya sudah cukup parah.

Itulah sebabnya hipertensi primer sering dijuluki sebagai silent killer karena kerusakan organ dapat terjadi tanpa disadari.

Hipertensi Sekunder

Berbeda dengan hipertensi primer, hipertensi sekunder memiliki penyebab yang jelas dan berasal dari masalah medis lain.

Kondisi ini terjadi akibat kelainan pada pembuluh darah arteri, gangguan ginjal, gangguan hormon, penyakit tiroid, penggunaan obat tertentu, atau masalah kesehatan lainnya.

Karena memiliki pemicu yang jelas, hipertensi sekunder sering muncul secara mendadak dan tekanan darah cenderung lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Selain itu, hipertensi sekunder lebih agresif karena berkaitan langsung dengan penyakit dasar yang mengganggu fungsi tubuh.

Jika penyebab utamanya tidak segera diatasi, tekanan darah bisa terus meningkat dan memperbesar risiko komplikasi serius.

Jika dibandingkan, hipertensi sekunder dapat dikategorikan lebih berbahaya karena penyebabnya bersumber dari penyakit medis yang sudah mengganggu kesehatan.

Tekanan darah yang dihasilkan biasanya lebih tinggi dan lebih sulit dikontrol. Namun, bukan berarti hipertensi primer bisa dianggap ringan.

Mana yang Lebih Berbahaya, Hipertensi Primer atau Sekunder?

Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi primer juga dapat mengancam nyawa karena menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ vital.

Kedua jenis hipertensi sama-sama berisiko, namun tingkat bahayanya bergantung pada kondisi tubuh penderita, kecepatan diagnosis, dan penanganan yang dilakukan.

Pengobatan hipertensi primer biasanya dilakukan dengan perubahan gaya hidup seperti mengurangi garam, mengelola stres, menurunkan berat badan, olahraga teratur, dan menghindari rokok serta alkohol.

Dokter juga dapat meresepkan obat antihipertensi jika perubahan gaya hidup tidak cukup menurunkan tekanan darah.

Untuk hipertensi sekunder, pengobatan difokuskan pada penyebab utamanya. Misalnya, jika penyebab berasal dari penyakit ginjal, maka pengendalian fungsi ginjal menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika berasal dari gangguan hormon, dokter akan menyesuaikan terapi untuk menyeimbangkan hormon tersebut. Obat antihipertensi juga dapat diberikan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Langkah pencegahan untuk kedua jenis hipertensi mencakup pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta mengenali potensi risiko yang dimiliki. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT