News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mitos atau Fakta Konsumsi Gula Berlebih Disebut Bisa Picu Kanker Serviks? Wanita Wajib Tahu Faktanya!

Apakah gula berlebih bisa sebabkan kanker serviks? Dokter tegas sebut itu mitos, kanker terjadi karena faktor multifaktor, bukan sekadar makanan. Seperti apa?
Minggu, 28 September 2025 - 08:50 WIB
Ilustrasi Gula Pasir
Sumber :
  • Gemini AI

tvOnenews.com - Isu seputar makanan dan penyakit kanker memang selalu menarik perhatian publik.

Salah satunya adalah klaim yang menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebih bisa menjadi penyebab kanker serviks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak wanita menjadi cemas, terlebih karena kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan bagi kaum perempuan. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Dilansir dari kanal YouTube resmi Siloam Hospital, dr. Jeffry Beta Tenggara memberikan penjelasan yang cukup menenangkan.

Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidaklah benar.

“Mitos,” kata dr. Jeffry dengan tegas, menanggapi isu konsumsi gula berlebih yang disebut-sebut bisa memicu kanker serviks.

Ilustrasi Kanker Serviks

Menurut dr. Jeffry, kanker pada dasarnya merupakan penyakit yang sifatnya multifaktor.

Artinya, penyebab kanker tidak bisa hanya dikaitkan dengan satu jenis makanan tertentu.

“Kanker terjadi itu sifatnya multifaktor, artinya bukan hanya karena konsumsi makanan tertentu kemudian terjadi kanker. Tidak akan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Jeffry juga menegaskan bahwa pada pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan sekalipun, sebenarnya tidak ada pantangan makanan tertentu selama makanan tersebut masih tergolong wajar dikonsumsi oleh manusia.

“Saya menyampaikan bahwa pada pasien yang sedang menjalani pengobatan tidak ada pantangan makanan apapun selama itu adalah makanan yang wajar dimakan orang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung meluruskan berbagai kesalahpahaman yang selama ini beredar di masyarakat.

Banyak pasien kanker yang justru merasa terbebani karena harus menghindari makanan tertentu akibat mitos yang tidak terbukti kebenarannya.

Hal ini terkadang membuat pasien justru kehilangan nafsu makan, padahal tubuh mereka sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup selama proses pengobatan.

“Jenis makanan yang wajar dan jumlah yang wajar tidak ada pantangan untuk pasien-pasien,” tambah dr. Jeffry.

Penekanan pada kata “wajar” di sini menjadi poin penting, sebab yang sering menjadi masalah bukanlah jenis makanannya, melainkan jumlah konsumsi yang berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, bukan berarti gula sepenuhnya aman jika dikonsumsi tanpa batas.

Para ahli kesehatan tetap menyarankan agar asupan gula dalam tubuh dibatasi sesuai anjuran kesehatan, yakni maksimal sekitar 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT