News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wanita Sering Lakukan Kebiasaan Ini Tanpa Sadar, dr Zaidul Akbar Sebut Bisa Jadi Pemicu Dominan Kanker Serviks

dr. Zaidul Akbar ungkap kebiasaan sepele yang sering dilakukan wanita tanpa sadar bisa jadi pemicu dominan kanker serviks, ternyata bukan hanya pola makan.
Minggu, 21 September 2025 - 15:43 WIB
dr. Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

tvOnenews.com - Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh wanita.

Banyak faktor yang disebut bisa memicu munculnya kanker, mulai dari pola makan yang tidak sehat, paparan bahan kimia, hingga gaya hidup modern yang jauh dari keseimbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menurut dr. Zaidul Akbar, ada satu faktor dominan yang kerap kali disepelekan banyak orang, yaitu penyakit hati.

“Kanker itu penyebabnya apa? Multifaktor kalau kita lihat kan pemicunya,” ujar dr. Zaidul Akbar dilansir dari YouTube pribadinya.

Ia menegaskan bahwa meski ada banyak faktor penyebab, emosi buruk atau toxic emotion menjadi salah satu pemicu paling besar.

dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa ketika seseorang terus menerus memelihara perasaan buruk, tubuhnya akan mengalami berbagai gangguan.

Ilustrasi Kanker Serviks

“Pemicunya apa? Contohnya mungkin bahan-bahan kimia, tapi dari situ yang paling dominan pemicu kanker itu kalau dilihat di tengahnya toxic emotion, namanya perasaan yang buruk itu penyebab kanker yang paling dominan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga perasaan adalah langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan.

“Artinya jagalah perasaannya untuk apa? Untuk tidak berlimpah dengan penyakit-penyakit tadi ya, atau mungkin emosi-emosi yang buruk tadi,” lanjutnya.

Selain toxic emotion, dr. Zaidul juga menyinggung faktor lain yang sering dilupakan, seperti jarangnya berpuasa, kurang konsumsi sayur, buah, hingga asam amino.

“Sakit itu tuh bukan satu faktor loh. Artinya apa? Bahwa itu banyak banget yang kita perlu perbaiki mulai dari ketakseimbangan imunnya ya. Mulai dari bahan kimia yang masuk, kemudian ketakseimbangan detoksifikasi, puasa jarang, asam amino jarang, sayur jarang, buah jarang, itu tidak heran,” jelasnya.

Kemudian, dr. Zaidul membagikan contoh pola makan sehat mulai dari sayur-sayuran yang bisa membantu tubuh lebih sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebenarnya kita lihat, ini contohnya kacang. Kacang itu isinya apa? Protein. Kemudian tadi ada warna merah, warna merah dia menguatkan pembuluh darah, kemudian ada lagi warna putih, kemudian ada lagi warna hijau,” paparnya.

Ia meyakini bahwa jika makanan alami seperti itu dikonsumsi secara rutin, tubuh akan mendapatkan zat yang membantu detoksifikasi dan melawan penyakit.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT