News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mulai Sekarang Stop Sarapan Nasi Uduk Pagi-Pagi, Kata dr. Zaidul Akbar Pengidap Diabetes Sebaiknya Makan…

Stop sarapan nasi uduk pagi-pagi! dr. Zaidul Akbar sarankan penderita diabetes pilih menu sehat rendah gula dan tinggi protein agar gula darah tetap stabil.
Selasa, 9 September 2025 - 08:04 WIB
Ilustrasi Diabetes
Sumber :
  • ChatGPT

tvOnenews.com - Banyak orang Indonesia terbiasa memulai hari dengan sarapan nasi uduk.

Aromanya yang gurih, ditambah lauk pauk seperti gorengan, tempe orek, kerupuk, sambal, membuat menu ini terasa lengkap dan mengenyangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun menurut dr. Zaidul Akbar, kebiasaan tersebut justru bisa menjadi masalah serius, terutama bagi pengidap diabetes yang sangat rentan mengalami lonjakan gula darah.

Dalam kanal YouTube pribadinya, dr. Zaidul Akbar menyampaikan bahwa apa yang kita makan di pagi hari sangat memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari.

“Maka istilah good food is good mood itu benar. Sebenarnya ya kalau mau moodnya bagus maka yang benar," ucapnya.

dr. Zaidul menjelaskan bahwa nasi uduk bukan sekadar nasi, melainkan paket karbohidrat berlebih yang bisa membuat tubuh cepat lelah.

dr. Zaidul Akbar

“Orang makan nasi uduk itu kan bukan nasi doang isinya, apalagi isinya ada gorengannya, bakwan, ada sambelnya, ada kerupuk, tempe orek. Minumnya teh manis, wajar sampai kantor ngantuk, isinya karbo semua,” katanya.

Paduan nasi putih, minyak dari santan, gorengan, dan minuman manis menciptakan ledakan kalori sekaligus gula darah yang tinggi.

Kondisi ini membuat energi melonjak sebentar lalu turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas dan mengantuk di pagi hari.

“Maka sebenarnya yang perlu kita lakukan itu apa? Sebenarnya benerin makan itu efeknya luar biasa,” lanjut dr. Zaidul.

Salah satu hal yang paling ditekankan oleh dr. Zaidul adalah menghindari konsumsi gula pasir saat sarapan.

Menurutnya, asupan gula berlebihan di pagi hari hanya akan membebani tubuh, apalagi untuk pengidap diabetes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Salah satu cara untuk membuat tubuh kita itu tidak terbebani adalah jangan masukin gula berlebihan waktu pagi-pagi. Tidak ada gula pasir pagi-pagi, sarapan tuh nggak ada gula pasir sama sekali. Kalau minum kopi gimana? Kopi pahit aja. Makanya kurma kan manis, tehnya tawar, kopinya tawar, kurmanya manis,” jelasnya.

Dengan mengganti gula pasir dengan pemanis alami dari buah seperti kurma, tubuh bisa tetap mendapat energi tanpa harus mengalami lonjakan gula darah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT