News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkan Cuka Apel Bisa Menyembuhkan Diabetes? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah cuka apel bisa membantu mengontrol diabetes? Simak penjelasan ahli dr Hans Tandra soal efek cuka apel pada gula darah dan tips penggunaannya.
Sabtu, 6 September 2025 - 22:44 WIB
Ilustrasi - cuka apel
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Benarkah cuka apel bisa membantu mengontrol diabetes? Simak penjelasan ahli dr Hans Tandra soal efek cuka apel pada gula darah dan tips penggunaannya.

Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang banyak diderita masyarakat modern. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak yang penasaran, apakah cuka apel bisa membantu mengontrol diabetes dan kadar gula darah? 

Cuka apel dikenal sebagai salah satu bahan alami yang sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk menjaga keseimbangan gula darah. 

Namun, apakah klaim ini benar? Simak penjelasan ahli endokrinologi, dr Hans Tandra, untuk memahami fakta di balik popularitas cuka apel dalam dunia kesehatan.

Cuka Apel dan Diabetes: Fakta atau Mitos?

Cuka apel atau apple cider vinegar memang memiliki kandungan asam asetat yang dipercaya dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga kadar gula darah tidak melonjak drastis. 

Penelitian juga menyebutkan bahwa cuka apel dapat meningkatkan sensitivitas insulin, faktor penting bagi penderita diabetes tipe 2. 

Namun, penting untuk dipahami bahwa cuka apel bukanlah obat yang dapat menyembuhkan diabetes.

Dalam kanal YouTube Good Talk TV, dr Hans Tandra menjelaskan dengan detail, “Baik. Nah, sekarang Cuka Apel adalah apple cider vinegar, cuka apel jadi istilahnya dikasih apel untuk mungkin mengurangi rasa asamnya dikasih apel. Apel kan sehat ya kalau buah nomor satu itu apel. An apple a day keeps doctors away, mengusir dokter lagi ya. Ya kalau cuka apel mungkin kick doctor away ya, dokternya ditendang jauh-jauh tapi ternyata tidak sesederhana ini.”

Cara Konsumsi yang Salah Bisa Picu Lonjakan Gula Darah

Menurut dr Hans, yang sering salah kaprah adalah cara penyajian cuka apel itu sendiri. 

Banyak produk cuka apel yang dijual dalam bentuk minuman botolan siap konsumsi, mirip seperti jus buah. 

“Yang salah adalah cara penyajiannya. Kalau kita dapatkan cuka apel dalam bentuk apa bukan tetes-tetes untuk bumbu masak loh, yang minuman, minuman cuka apel itu adalah cairan, ada cuka ada apel. Sama dengan jus buah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa minuman cuka apel dalam kemasan justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah. 

“Kalau jus buah masuk air tidak ada serat, mengandung kalori lebih besar masuk sama dengan kita minum jus buah masuk segera diserap gula melonjak itu namanya glucose spike, sugar rush, sugar peak langsung tinggi,” kata dr Hans.

Perbedaan signifikan terlihat ketika seseorang mengonsumsi apel dalam bentuk buah segar dibandingkan dalam bentuk cairan. 

“Beda dengan kalau kita makan apel dikunyah-kunyah masuk serat banyak diserap pelan-pelan gula naiknya pelan-pelan tapi kalau jus apel langsung diserap gula langsung melonjak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dr Hans menegaskan bahwa minuman cuka apel dalam botolan tidak memberikan perbaikan gula darah, justru bisa memperparah kondisi. 

“Sekarang cairan cuka apel dalam bentuk gelas botolan itu sudah dalam bentuk seperti kita minum jus buah itu yang didatangkan bukan perbaikan gula tapi gula melonjak tinggi,” tegasnya.

Pandangan Medis: Cuka Apel Bukan Obat, Tapi Bisa Jadi Pelengkap

Meski penelitian menunjukkan beberapa manfaat cuka apel untuk mengontrol kadar gula darah, para ahli sepakat bahwa cuka apel tidak bisa dijadikan pengganti obat diabetes. 

Konsumsi cuka apel bisa dijadikan pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai pengobatan utama.

Untuk mengelola diabetes secara efektif, penderita harus tetap menjalankan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mematuhi perawatan medis. 

Mengonsumsi cuka apel pun harus dilakukan dengan hati-hati, misalnya sebagai tambahan dalam makanan, bukan dalam bentuk minuman manis.

Cuka apel memang memiliki potensi membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi tidak bisa dianggap sebagai obat penyembuh diabetes. 

Seperti disampaikan dr Hans Tandra, “Yang didatangkan bukan perbaikan gula tapi gula melonjak tinggi,” jika dikonsumsi dalam bentuk minuman kemasan. 

Jadi, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan alternatif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ingat, kunci utama mengelola diabetes tetap pada pola makan sehat, olahraga teratur, dan kepatuhan pada terapi medis.

(anf)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Al-Azhar Kairo Puji Peran Strategis Prabowo dan Haji Isam soal Cetak Ulama Unggul Wasathiyah

Al-Azhar Kairo Puji Peran Strategis Prabowo dan Haji Isam soal Cetak Ulama Unggul Wasathiyah

Apresiasi khusus disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation.
Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Simak amalan sunnah Rasulullah SAW yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat
Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menjalani laga uji coba pertama melawan China U-17.
Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Aparat kepolisian Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan terkait kabar dugaan penyekapan 5 karyawan jasa pengiriman (ekspedisi). 
Tak Cukup Lewat Media Sosial, Klarifikasi Denada Disebut Belum Menyentuh Ikatan Batin Ibu dan Anak

Tak Cukup Lewat Media Sosial, Klarifikasi Denada Disebut Belum Menyentuh Ikatan Batin Ibu dan Anak

Setelah menanti cukup lama, akhirnya kini Ressa Rizky Rossano mendapat pengakuan anak kandung dari Denada. Meski terasa senang namun tak membuat sepenuhnya lega
Sampaikan Arahan Prabowo di Gala Dinner ABAC 2026, Menko AHY: Infrastruktur Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI

Sampaikan Arahan Prabowo di Gala Dinner ABAC 2026, Menko AHY: Infrastruktur Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait infrastruktur kepada 21 anggota APEC.

Trending

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Simak amalan sunnah Rasulullah SAW yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat
Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menjalani laga uji coba pertama melawan China U-17.
Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Aparat kepolisian Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan terkait kabar dugaan penyekapan 5 karyawan jasa pengiriman (ekspedisi). 
Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

PSSI didenda Rp235 juta oleh AFC usai Piala Asia Futsal 2026 akibat pelanggaran penonton masuk lapangan. Sanksi muncul di tengah pencapaian bersejarah Indonesia
Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Setelah mencatatkan sejarah dengan menjadi runner-up Piala Asia 2026, Timnas Futsal Indonesia berpotensi alami kenaikan peringkat di ranking dunia FIFA.
Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal final Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana China berpeluang menyapu bersih medali emas dan Indonesia hanya menjadi penonton usai kawinkan perunggu.
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Robin Mirisola, striker muda berdarah Jogja yang bermain di KRC Genk, masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia. Simak profilnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT