Mengeluarkan Sperma Setiap Hari Memang Ada Manfaatnya? Ternyata Begini Dampaknya Dari Segi Kesehatan
- Istockphoto
tvOnenews.com - Topik seputar ejakulasi masih menjadi perbincangan sensitif di tengah masyarakat, terutama di Indonesia.
Banyak pria merasa penasaran dan bahkan khawatir soal frekuensi ejakulasi yang dianggap bisa memengaruhi kesehatan.
Salah satu kebiasaan yang sering dipertanyakan adalah: apakah mengeluarkan sperma setiap hari berbahaya atau justru menyehatkan?
Ternyata, jika dilihat dari sudut pandang medis, ejakulasi harian bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan—bahkan bisa memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Apakah Aman Ejakulasi Setiap Hari?
Menurut para ahli, ejakulasi setiap hari tidak menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh, selama tidak terjadi secara kompulsif atau karena kecanduan.

- Istockphoto
"Tidak ada yang salah dengan ejakulasi setiap hari, selama itu dilakukan dengan sadar dan tidak mengganggu aktivitas harian," jelas Dr. Justin Lehmiller, peneliti dari Kinsey Institute, dalam situs resminya.
Tubuh pria yang sehat memproduksi jutaan sperma setiap hari, dan dibutuhkan sekitar 64–74 hari agar sperma matang sepenuhnya. Maka, anggapan bahwa tubuh akan 'kehabisan sperma' jika ejakulasi terlalu sering adalah mitos.
Hal ini juga senada dengan pernyataan dari sejumlah dokter spesialis andrologi di platform Halodoc, yang menyebut bahwa ejakulasi secara rutin tidak akan memengaruhi jumlah sperma secara signifikan, kecuali jika disertai kelainan hormon atau penyakit lain yang memengaruhi produksi sperma.
Manfaat Kesehatan Ejakulasi Harian
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi rutin dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan adalah penurunan risiko kanker prostat.
Sebuah studi besar yang dimuat dalam European Urology (2016) dan dilakukan selama hampir 18 tahun terhadap lebih dari 30.000 pria menunjukkan bahwa pria yang mengalami ejakulasi minimal 21 kali per bulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang ejakulasi.
Studi ini menjadi salah satu referensi penting dalam pembahasan hubungan antara ejakulasi dan kesehatan prostat.
Tak hanya itu, ejakulasi juga diketahui mampu melepaskan hormon dopamin dan oksitosin, yang dapat menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Aktivitas ini juga melancarkan sirkulasi darah dan memperkuat otot dasar panggul yang penting dalam fungsi seksual dan kontrol kandung kemih.

- Istockphoto
Dampak Negatif Jika Berlebihan?
Meski aman, ejakulasi yang terlalu sering bisa berdampak jika dilakukan secara obsesif dan mengganggu rutinitas sehari-hari.
“Kalau dilakukan sampai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau membuat tubuh kelelahan berlebihan, itu baru bisa disebut tidak sehat,” jelas Dr. Tirta.
Dalam video edukatifnya bersama YouTuber Reza Arap di kanal ybrap, dr. Tirta juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan.
“Semua hal yang berlebihan, termasuk masturbasi dan ejakulasi, harus dikontrol. Tapi kalau kamu sehat, makan bergizi, dan tetap produktif, ejakulasi harian itu sah-sah saja,” ucapnya.
Kapan Waktu Ideal untuk Ejakulasi?
Tak ada waktu pasti atau ‘standar emas’ untuk ejakulasi. Sebuah studi lintas negara menyebut bahwa rata-rata pria mengalami ejakulasi dalam waktu 5 hingga 7 menit saat berhubungan intim.
Sementara untuk masturbasi, waktunya bisa sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan rangsangan.
Yang penting untuk diperhatikan bukanlah frekuensinya semata, melainkan kualitas kehidupan seksual secara menyeluruh, termasuk kepuasan, kebersihan organ reproduksi, dan tidak adanya gangguan psikis akibat kecanduan.
Pemeriksaan Kesuburan: Perlu atau Tidak?
Jika kamu merasa khawatir dengan jumlah atau kualitas sperma, atau mengalami penurunan gairah seksual, tidak ada salahnya untuk melakukan tes analisis sperma di laboratorium.
Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi dini gangguan kesuburan, serta memberikan gambaran lebih akurat mengenai kesehatan sistem reproduksi.
Jika masih ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terpercaya, baik secara langsung maupun lewat layanan digital seperti Halodoc, untuk menentukan apakah kamu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengeluarkan sperma setiap hari ternyata bukanlah tindakan yang berbahaya—selama dilakukan dalam batas wajar dan tidak mengganggu aspek kehidupan lainnya.
Justru, aktivitas ini dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental, menurunkan risiko penyakit seperti kanker prostat, serta memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati.
Namun, penting untuk tetap menjaga gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, serta menjaga kesehatan organ reproduksi dengan bijak.
Jadi, tak perlu merasa bersalah atau takut jika kamu termasuk pria yang aktif secara seksual, asal tahu batas dan tujuannya. (udn)
Load more