News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Terlambat, Tolong Jangan Sampai Ada Gelas Air Minum saat Makan, Kata dr Zaidul Akbar Itu Bisa Bikin...

Usahakan untuk jauhkan gelas minum saat sedang makan, kenapa? dr Zaidul Akbar ungkap kebiasaan minum saat sedang makan itu tidak bagus, harusnya bagaimana?
Jumat, 30 Agustus 2024 - 15:06 WIB
dr Zaidul Akbar, jangan minum saat makan
Sumber :
  • youtube

tvOnenews.com - Mulai sekarang cobalah untuk jauhkan gelas air minum saat sedang makan sebelum terlambat.

Saat sedang makan, sangat lumrah didapati ada gelas air minum yang disiapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ternyata justru dianjurkan untuk tidak dekat-dekat dengan gelas air minum selama sedang makan.

Apa hubungan antara makan dengan gelas air minum tersebut?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube dr Zaidul Akbar, berikut penjelasan tentang makan dan minum.

dr Zaidul Akbar menjelaskan tentang kebiasaan yang bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Termasuk kebiasaan saat sedang makan yang sering dianggap sepele.

Belum banyak yang mengetahui bahwa sebaiknya tidak minum saat sedang makan.

"Jangan minum waktu makan," kata dr Zaidul Akbar.
 
"Jadi kalau anda makan, makan terus biarin sampai selesai makanannya, selesai makan enggak usah minum dulu," lanjutnya.

Menurut dr Zaidul Akbar, untuk antisipasi agar tidak tersedak saat makan adalah dengan menguyah secara perlahan, jangan terburu-buru saat makan.

Jika terlalu cepat makannya maka pasti akan tersedak.

"Kalau keselek gimana, kecepetan makannya, kalau ngunyahnya perlahan pasti baik, tapi kalau ngunyahnya kecepetan pasti akan keselek," tegas dr Zaidul Akbar.

dr Zaidul Akbar sendiri mengaku sudah membiasakan diri untuk tidak minum ketika sedang makan.

Untuk minum, dr Zaidul Akbar lakukan sekitar setengah hingga satu jam setelah makan.

"Saya sendiri biasakan minum kalau habis makan itu rata-rata setengah jam bahkan satu jam setelah makan baru saya minum supaya yang masuk terserap sempurna," jelas dr Zaidul Akbar.

dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa minum saat sedang makan akan membuat badan menjadi kebingungan dalam mengeluarkan enzim pencernaan. 

"Minum waktu makan itu saya larang banget, jangan deh," tegas dr Zaidul Akbar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bingung badannya, lagi asik-asik ngunyah ada lipase, ada amilasi, ada macam-macam, kan setiap satu bahan yang anda makan maka tubuh mengeluarkan enzim di mulut ini, lagi-lagi kunyah gitu tiba-tiba minum, kaget badannya," sambungnya.

Oleh sebab itu, menurut dr Zaidul Akbar waktu terbaik untuk minum adalah sebelum makan atau sesudahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT