News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Racun dalam Tubuh Minggat, Kaki dan Tangan Kebas Hilang, Badan Fit, dr Zaidul Akbar Beri Resep ini, Mudah kok Buatnya!

dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa untuk menghilangkan racun dalam tubuh, serta menghilangkan kaki dan tangan kebas yaitu dengan makan alpukat, kurma dan madu
Selasa, 8 Agustus 2023 - 21:47 WIB
Racun dalam Tubuh Minggat, Kaki dan Tangan Kebas Hilang, Badan Fit, dr Zaidul Akbar Beri Resep ini, Mudah kok Buatnya!
Sumber :
  • tim tvOnenews

tvonenews.com - Kaki dan tangan kebas, merupakan salah satu indikator tubuh penuh racun dan badan kurang fit.

Hal ini juga bisa disebabkan akibat faktor lain seperti kekurangan mineral dan magnesium dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ada hal lain yang bisa menyebabkan hal tersebut menurut dr. Zaidul Akbar. Simak penjelasan dokter penggagas Jurus Sehat Rasulullah resep racun dan tubuh minggat dan badan jadi fit berikut ini.

Racun dalam Tubuh Minggat, Kaki dan Tangan Kebas Hilang, Badan Fit, dr Zaidul Akbar Beri Resep ini, Mudah kok Buatnya!. Source: istockphoto

Dilansir Selasa (08/08/23) dari tayangan YouTube channel Nonton Jsr dengan judul "Tips membersihkan racun di-dalam tubuh agar kaki tangan kebas hilang -dr.Zaidul Akbar," yang diunggah pada 03 Agustus 2023.

"Apakah tanda-tanda badan kita sudah terkena racun, kemudian bagaimana cara mengeluarkan racun-racun yang terlanjur sudah ada di dalam tubuh kita?," tanya salah satu jamaah pada dr Zaidul Akbar.

Menurut dr Zaidul Akbar salah satu tanda tubuh terkena racun jika merujuk ke hadist Nabi adalah mood swing. 

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa Nabi bilang jika qalbunya sehat, raganya sehat, kalau qalbunya sakit, maka raganya pun akan sakit. 

"Kita gak usah bahas raga dulu ya. Kita bahas hati atau emosi dulu ya. Mood swing, gak jelas, baperan, muncul rasa-rasa hak nyaman, apalagi ngelihat, orang misalkan ini salah satu indikator kita tuh banyak racun emosi. Kalau ada orang yang menasehati kita tentang kebaikan dan kebenaran lalu kita mengatakan urus saja dirimu, kita sakit itu, itu sakit kita," terang dr. Zaidul Akbar.

Menurut dr Zaidul Akbar, ucapan tersebut juga merupakan salah satu ucapan yang tidak disukai Nabi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nabi aja gak suka dengan ucapan itu. Jadi kalau ada orang menasehati kita tentang kebaikan atau kebenaran, terima dulu. Jangan mengatakan hal tersebut," terang dokter sekaligus pendakwah tersebut.

Kalau ada nasehat datang, malah justru benci sama yang mengatakan itu, itu juga merupakan tanda bahwa Anda sakit. Seharusnya kita bersyukur, artinya Allah masih sayang sama Anda.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT