News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Nasi Uduk atau Bubur Ayam, Menu Sarapan Tersehat di Dunia kata dr Zaidul Akbar Ternyata Tanpa Dimasak, Yaitu...

Bukan nasi uduk atau bubur ayam, ada menu sarapan terbaik dan sehat menurut dr Zaidul Akbar, bukan ketiga makanan tersebut. Ternyata, menu ini tanpa dimasak.
Kamis, 25 Mei 2023 - 16:04 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • dok ist

tvOnenews.com – Menu sarapan tersehat di dunia kata dr Zaidul Akbar ternyata tanpa dimasak, yaitu...

Bubur ayam, nasi uduk, nasi kuning merupakan menu sarapan yang umum dinikmati masyarakat Indonesia sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, ada menu sarapan terbaik dan sehat menurut dr Zaidul Akbar, bukan ketiga makana tersebut.

Makanan terbaik dan paling sehat di dunia berasal dari Indonesia, yakni makanan fermentasi.

Makanan paling sehat sedunia, kalau saya mendeklarasikan dia sebagai makanan paling sehat sedunia. Kenapa? Fermentasi kan tempe itu kan fermentasi,” kata dr Zaidul Akbar.

Tempe adalah salah satu makanan yang dibuat dengan proses fermentasi berubah menjadi probiotik.

Ya, jadi probiotik itu kuman baik lah yang ada dalam perut kita,” ujar dr Zaidul Akbar.

Namun, cara pengolahan tempe harus diperhatikan. Dr Zaidul Akbar mengatakan untuk tidak memasak tempe dengan cara digoreng.

Dan apa namanya bagi Anda yang belum pernah atau belum tau caranya. Jadi makan tempe itu jangan digoreng, (tapi diolah) mentah,” ungkapnya.

Dr Zaidul Akbar lalu menjelaskan cara pengolahan tempe yang sehat dan cocok sebagai menu sarapan yakni dengan cara ditambah madu.

“Jadi belum pernah nyobain kan? Tempe Anda potong-potong. Lalu, Anda cocol sama madu enak banget,” kata dr Zaidul Akbar.

“Tempe itu dipotong kecil-kecil aja terus Anda masukin dalam mangkok gitu, lalu dilumurin sama madu, makan itu the best,” lanjutnya.

Dia lalu menjelaskan alasan kenapa disebut sarapan terbaik. Madu menjadi sumber asam amino, sedangkan tempe menjadi sumber probiotik.

“Tempenya sumber probiotiknya. Tubuh kita terutama pencernaan mungkin kalau dia bisa ngirim pesan Whatsapp dia akan bilang Jazakallah Khair,” ungkap dr Zaidul Akbar.

Ia lalu menambahkan menu variasi lain menggunakan tempe yakni dengan menambahkan kurma.

“Kalau engga yang lagi happening banget itu tempe sama kurma,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr Zaidul Akbar juga menyarankan agar tempe dibuat sebagai sandwich.

“Bisa juga Anda makannya sama bikin sandwich, kalau gak bisa sandwich deh dipotong halus gitu ya. Potong tipis nanti tengah-tengahnya tuh dikasih kurma kalau mau lebih enak lagi,” kata dr Zaidul Akbar.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT