News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Biasakan Pagi Kasih Sarapan Suami Bahan Ini, Dijamin Paksu Jadi Gagah Perkasa Kata dr Zaidul Akbar

dr Zaidul Akbar bagikan tips agar suami gagah perkasa, dimulai dari pola sarapan pagi suami agar bisa menjadi gagah perkasa setiap harinya, bisa langsung coba.
Sabtu, 13 Mei 2023 - 20:51 WIB
dr Zaidul Akbar, sarapan untuk suami gagah perkasa
Sumber :
  • kolase

tvOnenews.com - Jika ditanya, pasti istri ingin suami terlihat gagah dan perkasa setiap harinya.

Caranya tidaklah sulit, bisa dimulai dari pola sarapan yang setiap hari dikonsumsi oleh suami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika membiasakan pola sarapan yang disarankan oleh dr Zaidul Akbar ini, maka suami bisa menjadi lebih gagah perkasa dan tidak terlihat lemas akibat penyakit.

Tidak hanya untuk suami, pola sarapan sehat ini juga bisa diterapkan kepada istri agar lebih sehat.

tvonenews

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Bisikan.com, berikut penjelasan dr Zaidul Akbar tentang sarapan terbaik untuk membuat suami gagah perkasa.

dr Zaidul Akbar menyayangkan pola hidup masyarakat Indonesia di masa kini yang cenderung kurang sehat.

Terbukti dari kebiasaan pola makan sejak sarapan yang dianggap dr Zaidul Akbar tidak baik untuk kesehatan.

Bisa dilihat di lingkungan sekitar, biasanya menu sarapan masyarakat adalah nasi uduk, nasi goreng, gorengan dan makanan lainnya yang didominasi oleh pola pengolahan yang kurang sehat.

Sejak pagi, perut sudah diisi dengan makanan berminyak, bersantan yang tentunya menurut dr Zaidul Akbar itu berbahaya.

Padahal, ada pola sarapan yang telah dicontohkan sahabat nabi dan itu sudah terbukti menciptakan kehidupan yang lebih sehat.

"Semakin alami dia maka semakin baik," ujar dr Zaidul Akbar.

Bukan justru menggunakan pola makan sarapan seperti makan siang.

"Pagi tuh sering banget orang makan kayak makan siang," ungkap dr Zaidul Akbar.

Maka dr Zaidul Akbar menyarankan untuk mengganti pola makan sarapan seperti yang dicontohkan para khalifah terdahulu agar menjadi sosok pria yang gagah dan perkasa.

"Pagi-pagi coba makan seperti makannya khalifah, buah gitu kan," saran dr Zaidul Akbar.

Kala itu menurut dr Zaidul Akbar, khalifah tidak akan mungkin mengonsumsi makanan-makanan yang tak sehat bagi tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Khalifah enggak makan cireng, cilok, seblak, gak dimakan sama khalifah," ujar dr Zaidul Akbar.

Itulah mengapa sosok khalifah bisa gagah dan perkasa karena memang memilih konsumsi makanan yang terbaik bagi kesehatan, terutama saat sarapan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT