News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mau Liat Sisi Sentimental James Bond? Tonton Film "No Time To Die"

Film James Bond ke-25 “No Time To Die” akan mengungkap sisi sentimental dari karakter James Bond yang diperankan Daniel Craig.
Kamis, 30 September 2021 - 23:31 WIB
Lashana Lynch Berperan Sebagai Nomi dan Daniel Craig Sebagai James Bond Dalam Film "No Time To Die"
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Film James Bond ke-25 “No Time To Die” akan mengungkap sisi sentimental dari karakter James Bond yang diperankan Daniel Craig, di samping tetap mengusung aksi petualangan yang selama ini telah menjadi ciri khas dari agen rahasia Inggris itu.

“No Time To Die” telah tayang perdana di London, Inggris, pada Selasa (28/9) waktu setempat. Sementara penayangan di Amerika Serikat akan dijadwalkan pada Jumat pekan depan (8/10).

Kini, penonton dan penggemar di Indonesia juga sudah bisa menikmati film Bond Daniel Craig yang kelima ini mulai Kamis (30/9) di sejumlah bioskop. 

“Ini adalah film Bond, tentu saja, dan film Bond adalah film aksi-petualangan–kami punya banyak– tetapi untuk membuat film petualangan aksi berhasil, Anda harus memiliki beberapa elemen kebenaran dan Anda memerlukan perjalanan emosional yang memuaskan untuk penonton memusatkan perhatian dalam karakter,” kata Daniel Craig dikutip dari siaran pers pada Kamis.

Tema yang mengeksplorasi seputar kerahasiaan, pengkhianatan, dan kepercayaan telah menyatukan empat film terakhir, yakni "Casino Royale" (2006), "Quantum Of Solace" (2008), "Skyfall" (2012), dan "Spectre" (2015).

Jika film James Bond terdahulu dimainkan sebagai petualangan terpisah meski tetap dihubungkan oleh karakter ikonik Bond, EON Productions ingin Bond versi Daniel Craig dapat melekat sebagai satu kesatuan. Sehingga pengembangan karakter pada film terakhir Craig ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi.

“Di ‘No Time To Die’ ada kisah cinta, tetapi sangat, sangat rumit, dan mudah-mudahan menarik untuk ditonton,” kata Craig.

Setelah patah hati yang dialami Bond dengan menghilangnya Vesper Lynd (diperankan Eva Green) di “Casino Royale”, hubungannya yang naik-turun dengan M dan MI6 (Dinas Intelijen Rahasia), serta rasa sakit yang ditimbulkan fakta yang diutarakan Blofeld (diperankan Christoph Waltz), kini Bond dihadapkan dengan risiko lain pada saat mencoba untuk mencintai Madeleine (diperankan Léa Seydoux).

“Kepercayaan adalah tema terbesar dalam film ini; membuat komitmen emosional dengan seseorang sangat sulit karena sejarahnya dengan keterikatan, dan kemudian pengkhianatan menjadi bagian besar dari hancurnya keterikatan itu,” kata produser Barbara Broccoli.

Craig juga setuju perihal krisis kepercayaan yang dialami Bond. Menurutnya, Bond memiliki satu cinta besar dalam hidupnya dengan Vesper namun justru berakhir dengan tragis dan cenderung membuatnya tidak mempercayai siapa pun.

“Dia sangat lelah sekarang karena kebanyakan orang yang memiliki hubungan dengannya mati. Jadi dia cenderung menyendiri, tapi saya pikir ada peluang nyata baginya untuk menemukan sesuatu di film ini,” ujar Craig.

Sutradara Cary Joji Fukunaga mengatakan “No Time To Die” hadir lima tahun setelah “Spectre” sementara dunia di sekitar Bond telah banyak berubah sejak saat itu. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi untuk mengembangkan cerita.

“Ada kerumitan, kekacauan, juga kerentanan yang ditutup-tutupi sejak film pertamanya saat Vesper Lynd meninggal. Pengambilan keputusan Bond cukup menarik karena kecerdikan sekaligus kekurangannya. Saya pikir Bond adalah cerita yang sangat menarik,” ujarnya.

Fukunaga mengatakan dirinya bersama tim produksi telah banyak mendiskusikan berbagai semesta kehidupan Bond untuk menambahkan sesuatu yang baru ke dalam cerita namun pada saat yang bersamaan tidak meninggalkan motif utama cerita yang telah terbangun sejak lama.

Broccoli juga mengatakan ada perdebatan tentang bagaimana tim produksi mengembangkan unsur kisah cinta sekaligus mengeksplorasi tema yang telah menjadi sangat penting di seluruh film Daniel Craig.

“Dengan ‘No Time To Die’ ada cerita yang kuat untuk diselesaikan, namun banyak bagian yang berkaitan. Saya pikir kami telah berhasil menceritakan kisah itu dan mengumpulkan semuanya,” pungkasnya.(ant/put)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT