Menkeu Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melambung, APBN Jadi Tameng
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak dunia saat ini telah menembus 100 dolar AS per barel.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah akan menahan dampak kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak membebani masyarakat.
"Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, skema subsidi energi telah dirancang dalam perencanaan tahunan sehingga dampak fluktuasi harga minyak global sudah diperhitungkan dalam struktur anggaran negara.
Pemerintah, lanjutnya, juga menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat, antara lain melalui efisiensi belanja dan peningkatan penerimaan negara.
"Kan subsidi kita diatur dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman dan sampai sekarang hitungannya masih aman," jelas Menkeu.
Purbaya menekankan bahwa APBN berperan sebagai peredam gejolak ekonomi atau shock absorber agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa tekanan biaya yang berlebihan.
Ia mengingatkan, jika kenaikan harga energi langsung dibebankan kepada masyarakat, kondisi tersebut berpotensi memicu kepanikan seperti yang terjadi di sejumlah negara.
"Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang," kata Purbaya.
Load more