News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Emas Dunia Meledak Jelang Akhir Pekan, Investor Berbondong-bondong Cari Aman

Harga emas dunia melonjak tajam di akhir pekan, tembus level tertinggi sebulan setelah inflasi AS naik dan ketidakpastian global meningkat.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:40 WIB
Harga Emas Dunia Kembali Melaju Saat Penguatan Dolar Tertahan, Harga Emas Antam Kembali Naik Rp8.000 per Gram
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Harga emas dunia mencatat lonjakan tajam pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini. Logam mulia kembali menunjukkan tajinya sebagai aset lindung nilai di tengah tekanan inflasi Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian global yang membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia di pasar spot ditutup menguat signifikan ke level US$5.277,29 per troy ounce pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Capaian ini melonjak 1,74 persen dalam sehari dan menjadi posisi tertinggi dalam satu bulan terakhir atau sejak 30 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya menguat secara harian, kinerja emas juga terlihat impresif secara mingguan. Sepanjang pekan ini, harga emas global tercatat naik 3,41 persen, menandakan sentimen positif yang kuat dari investor global.

Inflasi AS Jadi Pemicu Utama

Lonjakan harga emas terjadi setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. Data Producer Price Index (PPI) tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam membaca arah inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan PPI final demand pada Januari 2026 naik 0,5 persen secara bulanan. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,3 persen, sekaligus melampaui kenaikan bulan Desember yang direvisi naik menjadi 0,4 persen.

Kenaikan inflasi produsen terutama didorong oleh sektor jasa yang melonjak 0,8 persen. Salah satu penyumbang terbesar berasal dari margin jasa perdagangan yang naik tajam hingga 2,5 persen. Meski demikian, secara tahunan inflasi produsen tercatat melambat menjadi 2,9 persen.

Data tersebut memunculkan kekhawatiran baru di pasar. Inflasi yang masih relatif tinggi menandakan tekanan harga belum sepenuhnya reda, sehingga peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

Pasar Waspada Sikap The Fed

Sebagian komponen dalam data PPI juga digunakan untuk menghitung inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan indikator inflasi favorit The Federal Reserve. Karena itu, data PPI yang lebih tinggi dari perkiraan langsung memicu kewaspadaan pelaku pasar.

Sejumlah ekonom bahkan memperkirakan inflasi inti PCE Januari bisa mencapai 0,5 persen. Jika terealisasi, angka tersebut berpotensi memperkuat sikap bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Data resmi PCE sendiri baru akan dirilis pada 13 Maret mendatang.

Kondisi ini menciptakan dilema bagi investor. Di satu sisi, suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. Namun di sisi lain, kekhawatiran inflasi yang membandel justru mendorong investor memburu emas sebagai pelindung nilai terhadap penurunan daya beli.

Ketegangan Global Tambah Daya Tarik Emas

Selain faktor inflasi, emas juga mendapat dorongan kuat dari meningkatnya ketidakpastian global. Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10 persen pada pekan ini. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas perdagangan internasional.

Situasi semakin memanas setelah pejabat Gedung Putih menyebut pemerintahan Donald Trump tengah mengkaji kemungkinan menaikkan tarif impor tersebut hingga 15 persen. Rencana ini dinilai berpotensi menambah tekanan inflasi sekaligus memperlambat aktivitas perdagangan global.

Dalam pidato kenegaraannya, Trump juga menyatakan hampir semua negara dan korporasi ingin mempertahankan kesepakatan tarif dan investasi dengan Washington. Pernyataan itu justru menegaskan adanya tarik-menarik kepentingan yang dapat memicu volatilitas pasar keuangan global.

Ketegangan perdagangan dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi ini membuat minat terhadap aset safe haven tetap terjaga. Emas kembali menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan portofolio menjelang akhir pekan.

Safe Haven Kembali Bersinar

Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai saat pasar diliputi ketidakpastian ekonomi, politik, maupun geopolitik. Logam mulia juga kerap diuntungkan ketika inflasi tinggi karena nilainya dianggap mampu menjaga daya beli.

Meski emas biasanya tertekan saat suku bunga tinggi, kondisi pasar saat ini menunjukkan faktor ketidakpastian dan inflasi lebih dominan dibandingkan sentimen suku bunga. Hal inilah yang mendorong reli harga emas dalam beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis menilai, selama tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda dan ketegangan global masih berlangsung, harga emas berpeluang tetap berada di level tinggi. Namun, pasar juga akan mencermati rilis data PCE dan sinyal lanjutan dari The Fed untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Lonjakan harga emas pada penutupan pekan ini menegaskan kembali peran emas sebagai aset perlindungan di tengah badai ketidakpastian. Bagi investor global, emas kembali menjadi tempat berlindung yang paling dicari. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT