Danantara Siapkan 50% Dana ke Pasar Saham, CIO Pandu Sjahrir Ungkap Strategi Investasi Public EquityD
- ANTARA
“Fundamental, liquidity and value. Secara fundamental kita harus melihat tiga itu,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan strategi investasi yang konservatif namun terukur, dengan menitikberatkan pada kualitas aset dan manajemen risiko.
Sudah Mulai Masuk Pasar
Menariknya, Pandu juga mengungkapkan bahwa Danantara sebenarnya sudah mulai melakukan investasi di pasar modal.
“Kita sudah berinvestasi. Tapi ya kami diam-diam saja lah. Karena kalau info semua juga you know the market,” ucapnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas pembelian saham oleh Danantara sudah berjalan, meski tidak diumumkan secara terbuka demi menjaga stabilitas pasar dan menghindari spekulasi berlebihan.
Sikap hati-hati ini dinilai penting, mengingat pergerakan dana dalam jumlah besar dapat memicu lonjakan harga atau volatilitas jika diumumkan secara prematur.
Dampak bagi Pasar Modal Indonesia
Alokasi 50 persen dana ke public equity menjadi langkah strategis yang dapat memperkuat struktur investor domestik di Bursa Efek Indonesia.
Dengan karakter sebagai investor jangka panjang, Danantara berpotensi menjadi penopang stabilitas pasar, khususnya saat terjadi tekanan global atau arus keluar dana asing.
Kehadiran sovereign wealth fund domestik yang aktif di pasar saham juga memperluas basis investor institusional dalam negeri, sehingga ketergantungan terhadap investor asing dapat berkurang secara bertahap.
Selain itu, fokus pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi berpotensi mengarahkan arus dana ke emiten-emiten papan atas maupun perusahaan dengan kinerja solid.
Strategi ini juga sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana negara, yakni menyeimbangkan antara potensi imbal hasil dan risiko.
Sinyal Kepercayaan pada Ekonomi Nasional
Langkah Danantara mengalokasikan separuh dana investasinya ke pasar modal dapat dibaca sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Keputusan untuk masuk ke saham domestik mencerminkan keyakinan bahwa perusahaan-perusahaan nasional memiliki fundamental yang mampu menopang pertumbuhan jangka panjang.
Dengan strategi berbasis fundamental, likuiditas, dan valuasi, Danantara menegaskan posisinya sebagai investor institusional yang tidak bersifat spekulatif, melainkan berorientasi pada keberlanjutan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati saham-saham dengan karakteristik kuat yang berpotensi menjadi target investasi Danantara, terutama emiten dengan kinerja konsisten dan kapitalisasi pasar besar.
Load more