DPK Tembus Rp2.105 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dengan memperkuat struktur keuangan guna menopang ekspansi bisnis yang berkelanjutan dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Sepanjang 2025, penguatan fundamental keuangan menjadi landasan bagi intermediasi yang sehat sekaligus memperluas kontribusi perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen year on year menjadi Rp1.895,0 triliun.
Kinerja tersebut ditopang strategi ekspansi yang difokuskan pada sektor produktif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Sepanjang 2025, kredit UMKM tumbuh 4,88 persen YoY. Bank Mandiri juga memperluas akses pembiayaan bagi lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM melalui penguatan ekosistem finansial terintegrasi.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan pertumbuhan kredit yang konsisten mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, dan kontribusi terhadap ekonomi rakyat.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan di Jakarta, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dari sisi pendanaan, ekspansi kredit ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun atau naik 23,9 persen YoY. Dana murah (CASA) meningkat 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga struktur likuiditas tetap kuat dan memberi ruang bagi ekspansi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM sepanjang 2025. Penyaluran dilakukan secara terukur dengan prinsip kehati-hatian.
Pada sektor pembangunan sosial dan ketahanan pangan, perseroan menyalurkan pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis, disertai penguatan tata kelola keuangan. Pengembangan ekonomi desa juga diperluas melalui pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta pembukaan lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma, selaras dengan agenda penguatan desa dan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Dari aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan, sepanjang 2025 Bank Mandiri merealisasikan lebih dari 1.174 program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana.
Kontribusi terhadap negara juga tercermin dari penyaluran dividen dan pembayaran pajak. Dalam 25 tahun terakhir, total dividen yang disalurkan mencapai Rp225 triliun.
Pada 2025, dividen tercatat Rp52,5 triliun, terdiri atas Rp43,5 triliun dari laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.
Selain itu, setoran pajak secara kumulatif sejak 2000 hingga 2025 mencapai Rp277 triliun. Khusus tahun lalu, pembayaran pajak sekitar Rp27 triliun dengan tren yang terus meningkat, mencerminkan kontribusi perseroan terhadap penguatan fiskal nasional.
“Bagi Bank Mandiri, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab kami sebagai mitra strategis negara. Melalui pembiayaan yang terukur dan penguatan ekosistem usaha, kami berupaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” pungkas Riduan. (rpi)
Load more