IHSG Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Hasil Pertemuan RI-MSCI
- Antara
-
Indeks PMI manufaktur
-
Neraca perdagangan
-
Inflasi
-
Pertumbuhan ekonomi
-
Cadangan devisa
-
Indeks harga properti
Rangkaian data tersebut dinilai akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi fundamental ekonomi Indonesia di awal tahun 2026.
Sentimen Global Masih Menekan
Dari luar negeri, pasar juga dibayangi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat serta indeks PMI AS. Selain itu, kelanjutan musim laporan kinerja keuangan atau earning season saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di AS turut menjadi perhatian investor global.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar mencermati keputusan kebijakan moneter yang akan diumumkan oleh European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) pekan ini. Arah kebijakan suku bunga kedua bank sentral tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Wall Street dan Bursa Asia Beragam
Pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pekan lalu, bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36 persen ke level 48.892,47, indeks S&P 500 melemah 0,43 persen ke 6.950,30, sementara indeks Nasdaq Composite terkoreksi 1,28 persen ke posisi 25.552,39.
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada Senin pagi menunjukkan arah yang bervariasi. Indeks Nikkei di Jepang menguat 235,90 poin atau 0,44 persen ke level 53.558,80. Indeks Shanghai melemah 20,95 poin atau 0,51 persen ke 4.096,99. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 419,44 poin atau 1,53 persen ke 26.967,66. Adapun indeks Strait Times di Singapura menguat 8,70 poin atau 0,18 persen ke posisi 4.913,83.
Pergerakan beragam di pasar regional tersebut turut memengaruhi sentimen investor domestik, sehingga IHSG cenderung bergerak terbatas sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dan hasil pertemuan strategis dengan MSCI. (ant/nsp)
Load more