Dorong Jamu Tradisional Naik Kelas, DPR Harapkan Industri Besar Gandeng UMKM Lewat Pembinaan Terarah
- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Ia menilai keberhasilan Sido Muncul menjadi bukti bahwa jamu tradisional memiliki potensi besar apabila didukung pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Saat ini, industri obat bahan alam di Indonesia terdiri dari beberapa kategori, yakni Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA), serta Industri Obat Tradisional (IOT).
Kemenperin turut mendukung pengembangan obat berbahan alam, khususnya dalam aspek proses produksi dan teknologi manufaktur.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan House of Wellness sebagai fasilitas produksi obat bahan alam.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan sarana pengolahan simplisia, baik segar maupun kering, yang mendukung proses sortasi, pencucian, penirisan, perajangan, hingga pengeringan bahan baku.
Lewat penguatan pembinaan, kolaborasi industri, serta dukungan fasilitas produksi, pengembangan jamu lokal diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi UMKM sekaligus memperkuat industri obat bahan alam nasional.
Tren Minum Jamu Perlu Dirawat

- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga juga sempat menyoroti fenomena ‘party jamu’ atau pesta meminum jamu yang viral oleh kalangan muda Gen Z.
Fenomena ini, menurutnya, selain bisa menghidupkan budaya minum jamu, tren ini memiliki nilai ekonomi bagi pelaku UMKM dan dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional yang ingin mencoba jamu.
“Kami di Komisi VII mendukung upaya terukur promotif, regulatif, dan pemberdayaan agar industri jamu naik kelas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan standar mutu,” ujar Lamhot saat dihubungi tvOnenews, Selasa (25/11/2025).
Lamhot mengatakan kehadiran tren meminum jamu di kalangan generasi muda, khususnya gen Z, membuktikan adanya pergeseran persepsi bahwa jamu sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak lagi sekadar obat tradisional.
Menurutnya, tren ini juga menjadi bukti bahwa gen Z masih memiliki minat untuk mengenal warisan budaya leluhur nusantara.
“Artinya tren party jamu kini viral di TikTok dan media online ini juga pasti berimbas pada sejumlah UMKM lokal yang melaporkan kenaikan permintaan dari segmen muda,” jelas kader Partai Golkar itu.
Load more