BI Optimistis Ekonomi Indonesia akan Tumbuh hingga 5,7 Persen di 2026, Apa Dasarnya?
- BI
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026 diperkirakan melambat akibat melemahnya permintaan domestik dan ekspor, meskipun investasi di sektor AI terus meningkat.
Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate dinilai semakin terbatas dan diiringi masih tingginya imbal hasil US Treasury, sejalan dengan defisit fiskal AS yang tetap besar.
Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat, terutama akibat kebijakan tarif resiprokal AS dan eskalasi ketegangan geopolitik.
Kondisi tersebut menahan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju.
“Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi,” kata Perry. (ant/rpi)
Load more