RI Swasembada Solar Usai Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Airlangga: Tidak Perlu Impor Lagi
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada solar setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dengan beroperasinya kilang tersebut, kebutuhan solar nasional kini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Airlangga menjelaskan, peresmian RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting karena menghentikan ketergantungan impor solar sekaligus memperkuat keamanan pasokan energi nasional. Produksi dalam negeri dinilai telah cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.
“Dengan diresmikan RDMP kemarin oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto) maka kita tidak perlu impor solar lagi,” kata Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan capaian tersebut menandai kemandirian sektor energi, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas pengolahan dan penguatan ketahanan energi nasional.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus mendorong peningkatan produksi energi lainnya agar ketergantungan terhadap impor semakin berkurang.
“Jadi kita sudah "swasembada" di bidang solar dan tentu kita akan terus tingkatkan untuk energi yang lain,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Pertamina RDMP di RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026).
Proyek ini merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia dan menjadi bagian penting dari infrastruktur energi terintegrasi nasional.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” ujar Prabowo saat peresmian yang disiarkan secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa peresmian kilang minyak terakhir dilakukan pada 1994 atau sekitar 32 tahun lalu.
Ia menyambut peresmian RDMP Balikpapan dengan optimisme karena diharapkan mampu menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk energi dari kelapa sawit untuk biodiesel, panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga air.
Seluruh potensi tersebut, menurutnya, harus dikelola secara optimal agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut RDMP Kilang Balikpapan sebagai proyek kilang terbesar di Indonesia.
Proyek ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun dan bertujuan memodernisasi kilang eksisting untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
RDMP Balikpapan memungkinkan kilang mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari, setara dengan sekitar 22–25 persen dari kebutuhan nasional. Dari sisi ekonomi, proyek ini diproyeksikan menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional hingga Rp514 triliun.
Selain memperkuat swasembada energi, proyek RDMP Balikpapan juga ditargetkan meningkatkan kualitas BBM menjadi setara standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm, dari sebelumnya Euro II. Yield produk bernilai tinggi juga ditingkatkan hingga 91,8 persen.
Produk yang dihasilkan dari kilang ini mencakup BBM, elpiji, dan petrokimia. Seiring beroperasinya RDMP Balikpapan serta penerapan program mandatori biodiesel B50, Bahlil juga menyatakan rencana penghentian impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum swasta mulai 2026. (ant/rpi)
Load more