Peneliti CSIS Sebut Jika Konflik AS-Venezuela Melebar Bisa Ganggu Pasokan Minyak Dunia
- ANTARA
Namun di sisi lain, kondisi itu juga bisa membuka peluang. Sebab, jika pasokan ke China berkurang, China akan mencari sumber lain dan Indonesia bisa mendapatkan permintaan ekspor komoditas yang melimpah.
Lebih lanjut, Deni mengakui bahwa kenaikan harga minyak memang akan merugikan Indonesia mengingat statusnya sebagai net importer.
Namun, kenaikan tersebut biasanya diikuti lonjakan harga komoditas lain seperti batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) yang mana Indonesia memiliki keunggulan.
Guna menghadapi ketidakpastian global, maka dari itu Deni menegaskan pentingnya strategi diversifikasi. Baik diversifikasi pasar ekspor maupun sumber energi.
Diversifikasi pasar juga dinilai krusial agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap perlambatan ekonomi di China atau AS.
"Enggak hanya tergantung ke China ataupun oleh US saja gitu, ada EU (Uni Eropa), ada yang lain," tutur Deni.
Adapun situasi Venezuela sendiri masih berada dalam ketidakpastian setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh militer AS dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan narko-terorisme.
Langkah AS untuk mengawasi transisi kekuasaan dan mengklaim pengelolaan cadangan minyak Venezuela telah memicu kecaman dari sekutu Caracas, termasuk China dan Kuba.
Sementara Mahkamah Agung setempat melantik Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara, AS menyatakan niatnya untuk mengawasi proses transisi kekuasaan dan mengambil alih cadangan minyak negara tersebut demi kepentingan "keamanan energi".
Load more