News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 BUMN Terancam Didepak dari Bursa! Begini Kondisi Miris Indofarma (INAF), Waskita (WSKT), dan Wijaya Karya (WIKA)

Dari total 70 emiten yang masuk radar delisting Bursa Efek Indonesia (BEI), keberadaan tiga BUMN besar yang ikut terancam terdepak dari pasar menjadi sorotan.
Minggu, 4 Januari 2026 - 16:34 WIB
Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 70 emiten berstatus berpotensi delisting alias didepak dari pasar.

Daftar tersebut mencakup sejumlah saham besar, termasuk 3 BUMN yakni Waskita Karya (WSKT), Indofarma (INAF), dan Wijaya Karya (WIKA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengacu pada Pengumuman Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang dirilis Selasa (30/12/2025), BEI menegaskan bahwa penghapusan pencatatan dapat dilakukan terhadap perusahaan yang mengalami kondisi signifikan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha, baik dari sisi keuangan maupun hukum, tanpa adanya tanda pemulihan yang jelas.

Dalam ketentuan bursa, khususnya Peraturan Nomor I-N Ketentuan III.5.3, perusahaan tercatat yang sahamnya disuspensi selama enam bulan berturut-turut masuk dalam kategori berpotensi delisting.

“Ketentuan III.5.3.1 Peraturan Nomor I-N: Bursa memberitahukan kepada publik bahwa saham Perusahaan Tercatat berpotensi untuk dilakukan delisting melalui Pengumuman Bursa,” tulis BEI dalam pengumuman resmi, dikutip Minggu (4/1/2025).

Selanjutnya, Ketentuan III.5.3.2 Peraturan Nomor I-N mengatur bahwa pengumuman tersebut akan disampaikan secara berkala setiap Juni dan Desember sampai suspensi dicabut atau delisting benar-benar dilakukan.

BEI juga mengimbau publik untuk mencermati seluruh informasi dan keterbukaan yang disampaikan masing-masing emiten terkait kondisi usahanya.

Dari total 70 emiten yang masuk radar delisting, keberadaan tiga BUMN besar tersebut menjadi sorotan, baik bagi investor maupun pemerintah sebagai pemegang saham pengendali.

Berikut gambaran kondisi miris yang dihadapi ketiga BUMN tersebut.

1. Indofarma (INAF): Terseret Dugaan Fraud dan Pinjol

Ilustsrasi - PT Indofarma Tbk (INAF).
Ilustsrasi - PT Indofarma Tbk (INAF).
Sumber :
  • Dok Indofarma

PT Indofarma Tbk sebagai raksasa farmasi berada dalam tekanan berat setelah beberapa waktu lalu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kecurangan dalam skala besar. Permasalahan ini bermula dari aktivitas di anak usaha, PT Indofarma Global Medika.

Hasil pemeriksaan BPK mengungkap, ada sejumlah transaksi tidak wajar, mulai dari jual beli fiktif, penempatan dana deposito atas nama pribadi melalui koperasi, hingga kerja sama pengadaan alat kesehatan tanpa kajian kelayakan.

Temuan lain yang menyita perhatian adalah penggunaan pinjaman online untuk menutup masalah keuangan perusahaan.

Akibat rangkaian persoalan tersebut, Indofarma mencatat indikasi kerugian sebesar Rp294,77 miliar serta piutang bermasalah mencapai Rp122,93 miliar.

Saham INAF sendiri telah disuspensi sejak 2 Juli 2024, sehingga perseroan kini menghadapi risiko mendekati batas maksimal 24 bulan suspensi.

2. Waskita Karya (WSKT): Tertekan Utang Obligasi

Gagal Bayar Surat Utang Senilai Rp1,361 Triliun, Mayoritas Pemegang Obligasi PT Waskita Karya Tbk Menolak Memberi Keringanan Pembayaran
Gagal Bayar Surat Utang Senilai Rp1,361 Triliun, Mayoritas Pemegang Obligasi PT Waskita Karya Tbk Menolak Memberi Keringanan Pembayaran
Sumber :
  • Antara Foto

PT Waskita Karya Tbk juga menghadapi ancaman serupa setelah gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang. 

Saham WSKT disuspensi sejak Mei 2024 menyusul kegagalan perseroan membayar bunga ke-20 serta pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019 Seri B yang jatuh tempo.

Nilai obligasi tersebut mencapai Rp1,36 triliun dengan tingkat bunga tetap 9,75 persen per tahun. Surat utang ini memiliki tenor lima tahun dan jatuh tempo pada 16 Mei 2024.

3. Wijaya Karya (WIKA): Rugi Bengkak dan Beban Proyek Kereta Cepat

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Sumber :
  • Dok. WIKA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk turut masuk dalam daftar saham yang disuspensi sejak 18 Februari 2025.

Langkah ini diambil setelah perseroan menunda pembayaran pokok sukuk dan obligasi yang jatuh tempo pada tanggal tersebut.

Kondisi keuangan WIKA menunjukkan tekanan berat. Pada laporan keuangan 2023, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp7,12 triliun, melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga kuartal III/2025, WIKA masih membukukan rugi bersih Rp3,21 triliun, berbalik dari laba Rp741,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain beban bunga yang tinggi, kinerja negatif WIKA turut dipengaruhi oleh kontribusi kerugian dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, pemegang saham utama Kereta Cepat Whoosh.

Dengan kepemilikan sekitar 38 persen saham di PSBI, WIKA menanggung beban operasional proyek kereta cepat yang cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ancaman delisting ini menjadi peringatan serius bagi investor publik yang sahamnya nyangkut di ketiga perusahaan tersebut.

Sebab jika didepak dari pasar, saham-sahamnya tidak lagi bisa diperdagangkan secara terbuka sehingga likuiditasnya akan hilang dan aset investor terancam hangus. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT