News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Airlangga Ungkap RI dan AS Jajaki Pembasahan Mineral Kritis dalam Negosiasi Tarif Nol Persen, Danantara Ujung Tombak

Menko Airlangga menyampaikan, bahasan mengenai mineral kritis telah dilakukan Danantara dan lembaga terkait di Amerika Serikat, termasuk dengan sejumlah perusahaan asal AS.
Jumat, 26 Desember 2025 - 18:36 WIB
Ilustrasi Hilirisasi Mineral RI.
Sumber :
  • Dok. Peta Hilirisasi

Jakarta, tvOnenews.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi(BPI) Danantara telah menjalin komunikasi dengan pihak Amerika Serikat terkait akses terhadap mineral kritis.

Pembahasan iti adalah bagian dari proses negosiasi penerapan tarif nol persen bagi sejumlah komoditas sumber daya alam Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Airlangga menyampaikan, pembicaraan mengenai mineral kritis telah dilakukan antara Danantara dan lembaga terkait di AS, termasuk dengan sejumlah perusahaan asal Amerika yang memiliki ketertarikan pada sektor mineral kritis di Indonesia.

"Tentu yang critical mineral sudah ada pembicaraan Danantara dengan badan ekspornya di Amerika, dan juga ada beberapa perusahaan Amerika yang sudah berbicara dengan perusahaan critical mineral di Indonesia. Jadi itu akses terhadap critical mineral yang disediakan oleh pemerintah," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Ia menjelaskan, peran Danantara dalam kerja sama ini bersifat business to business. Dalam hal ini, Danantara bertugas memfasilitasi serta menjembatani kemitraan langsung antara perusahaan Indonesia dan perusahaan Amerika Serikat yang ingin berinvestasi di sektor mineral strategis tersebut.

Menurut Airlangga, keterlibatan Amerika Serikat dalam pengelolaan mineral kritis Indonesia bukan hal baru.

Ia mencontohkan sektor tembaga yang telah lama digarap perusahaan asal AS, Freeport-McMoRan, sejak 1967.

Selain tembaga, sejumlah komoditas mineral kritis lain juga menjadi perhatian AS, di antaranya nikel, bauksit, dan logam tanah jarang.

Untuk komoditas nikel, Airlangga menyinggung kehadiran perusahaan multinasional seperti PT Vale Indonesia Tbk yang telah beroperasi sejak dekade 1970-an.

Sementara itu, pengembangan logam tanah jarang di Indonesia masih berada pada tahap awal.

"Rare earth kita juga masih dalam proses. Itu by product dari Timah," tutur dia.

Airlangga mengakui, kebutuhan Amerika Serikat terhadap mineral kritis cukup besar untuk mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari industri otomotif, kedirgantaraan, hingga pertahanan dan militer.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia menargetkan kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat dapat dirampungkan dan ditandatangani pada akhir Januari 2026 oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Ia menyebutkan, secara prinsip seluruh substansi dalam dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade telah disepakati kedua negara. Saat ini, proses negosiasi memasuki tahap penyusunan dan penyelarasan bahasa hukum.

"Pada minggu kedua Januari 2026, tim teknis Indonesia dan Amerika Serikat akan melanjutkan pertemuan untuk legal drafting serta cleanup dokumen, yang ditargetkan selesai dalam satu minggu, sekitar tanggal 12 sampai 19 Januari," kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Senin lalu (22/12).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil pertemuan dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Airlangga menyatakan AS membuka peluang luas bagi pemberian pengecualian tarif terhadap sejumlah produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Ke depan, pemerintah juga berupaya memperluas cakupan tarif nol persen tersebut, meski untuk saat ini kebijakan difokuskan pada komoditas berbasis sumber daya alam tropis. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT