Saat Jalur Darat Lumpuh, Gayo Mineral (GMR) Kerahkan Bantuan dengan Helikopter ke Wilayah Terisolasi di Tanah Gayo
- GMR
Aceh, tvOnenews.com - Curah hujan ekstrem akibat bencana hidrometeorologi dan pengaruh siklon tropis memicu banjir bandang serta longsor di sejumlah wilayah Aceh.
Kondisi ini juga melanda kawasan dataran tinggi Gayo yang memiliki karakter geografis sulit dijangkau, sehingga menjadi salah satu daerah paling terisolasi.
Dampak bencana itu menyebabkan akses darat terputus, desa-desa terisolasi, serta meningkatnya kebutuhan mendesak akan logistik, evakuasi, dan layanan komunikasi bagi warga terdampak.
Sejak fase awal bencana, PT Gayo Mineral Resources (GMR) langsung mengerahkan Tim Tanggap Darurat internal untuk mendukung proses penyelamatan dan bantuan kemanusiaan.
Dalam beberapa hari pertama setelah bencana, tim ini terlibat dalam evakuasi lebih dari 300 warga yang terjebak banjir bandang dan longsor di sejumlah titik di dua kecamatan wilayah Gayo, bekerja sama dengan aparat, relawan, serta pemerintah daerah.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di Aceh, PT GMR menilai peran tanggap darurat ini sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, terutama saat akses bantuan masih sangat terbatas dan kondisi masyarakat berada dalam situasi paling rentan.
Ketika jalur darat belum dapat dilalui, PT GMR mengambil inisiatif logistik dengan mengirim sekitar satu ton bantuan darurat ke Blangkejeren menggunakan pesawat Cessna yang disewa khusus.
Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan awal para pengungsi, seperti pangan dan perlengkapan dasar, sambil menunggu pemulihan jalur distribusi utama.
Memasuki pekan berikutnya, seiring meningkatnya kebutuhan di wilayah yang masih terisolasi, PT GMR melanjutkan upaya bantuan dengan menyewa helikopter.
Langkah ini ditempuh untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak dapat diakses melalui darat, terutama di Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues, di mana longsor dan banjir memutus seluruh jalur transportasi.
General Manager External & Government Relations PT GMR, Alfi Syahrin, menyampaikan bahwa keputusan menggunakan jalur udara diambil setelah meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak.
“Kami melihat langsung bagaimana keluarga-keluarga terjebak tanpa akses pangan, komunikasi, dan layanan dasar. Helikopter ini bukan simbol, tetapi alat agar harapan bisa sampai lebih dulu,” ujar Alfi Syahrin dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
Load more