GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belajar dari China: Ketika Kantong kantong Plastik Mengembang dan Mengempis di Mal Mewah Shenzhen

Tampil dengan konsep yang tepat, pusat pusat belanja di Shenzhen terus menjadi magnet belanja bagi warga regional. Di Haus Nowhere misalnya karya seni kontemporer tampil tanpa jarak dengan produk produk fashion terbaru.
Minggu, 30 November 2025 - 12:57 WIB
Instalasi seni karya Max Siedentopf di Haus Nowhere di Shenzhen, China
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com-Perempuan muda itu tergopoh gopoh menyambut kami yang baru saja turun dari bus dan langsung menyalami kami satu persatu. Ia mengenakan blus yang ditutup dengan jaket. Rambut dibiarkan tergerai hingga bahu. Seperti banyak perempuan di Guangzhou, kita akan terserap bukan dari tampilan fisik, tetapi dari pemahaman mendalamnya akan dunia. Cara bicaranya tenang. Selalu ada jeda sebelum menerangkan sesuatu. “Pohon pohon kapuk itu sangat indah jika sedang mekar bersamaan,” kata Summer Xia, pengajar dan peneliti di Pusat Studi Asia Tenggara di Universitas Normal China Selatan (SNU) itu sambal menunjuk jajaran pohon yang rimbun. Bersama sejumlah wartawan dari Jakarta, akhir November lalu kami mengunjungi salah satu kampus terbesar di Guangzhou, China itu. Benar kata Summer, beberapa pohon memang sedang berbunga. Warna bunga merah muda membuat bangunan bangunan tua dan pucat di sekitar Pusat Studi Asia Tenggara di Universitas Normal China Selatan (SCNU) sedikit lebih berwarna. Beberapa lansia yang sedang jalan kaki nampak sibuk mengabadikan keindahan bunga bunga pohon kapuk. Summer mengajak kami segera masuk ke sebuah bangunan tinggi persis di seberang taman. Setelah melewati beberapa anak tangga, kami disambut lebih banyak orang. Seorang lelaki paruh baya berkemeja batik dan berjas hitam memimpin penyambutan. Ken Sen namanya. Ia menemui kami di sebuah ruang besar penuh bendera aneka warna, termasuk bendera China dan jejeran foto di dinding. Suasana barangkali mirip kantor sebuah partai. Dalam perkenalan singkat ia mengaku pernah melakukan penelitian di Jakarta dan Sumatera. “Saya mengunjungi kolega di Universitas Indonesia dan Universitas Andalas selama 20 hari,” ujar Ken Sen berupaya mengakrabkan obrolan pagi kami. Selain mengenakan batik Ken Sen juga menunjukan ikat kepala semacam udeng yang diperolehnya saat berkunjung ke Padang. “Hadiah dari sana,” katanya. Seorang perempuan muda lainnya tiba tiba maju setiap kali Sen Ken bicara dalam Bahasa China. Bahasa Indonesia fasih, dengan tata bahasa tertata. Ia mengaku belajar Bahasa Indonesia secara akademik. “Saya memang ambil jurusan Sastra Indonesia sebelumnya,” ujarnya. Kami lalu diajak berkeliling ke ruang ruang pusat kajian tersebut. Ia memamerkan buku buku dan jurnal yang terpanjang rapi di sebuah meja kaca. “Kami juga memiliki konferensi yang rutin untuk mengedepankan isu Asia Tengara,” ujar Ken Sen. Saya hanya menangkap sedikit pernyataan Ken Sen karena sibuk melihat pernak pernik benda di ruangan itu. Pada sebuah dinding ada sebuah peta Asia Tengara cukup besar. Sebuah garis garis pada peta menunjukkan bagaimana hubungan bangsa bangsa di Asia Timur ini telah terjalin ratusan tahun sebelumnya dengan China. Pusat Studi Asia Tenggara di SCNU hanya salah satu dari tiga lembaga kajian internasional dan kewilayahan yang dimiliki lembaga Pendidikan yang memiliki staf pengajar sekitar 5.500 orang, dengan 2.600 dosen tetap dan 1.400 profesor atau associate professor. SCNU ternyata juga memiliki Pusat Studi Oriental untuk studi komprehensif mengenai peradaban, budaya, bahasa masyarakat di wilayah Timur (mencakup Timur Tengah dan Asia Timur, Selatan, dan Tenggara). Selain itu SCNU juga memiliki Pusat Studi Hong Kong dan Makau. Demikian, jika China sekarang memimpin dalam geopolitik dan ekonomi di dunia, sebenarnya melalui proses panjang dan terencana yang dilakukan kalangan akademik dan perguruan tingginya terlebih dahulu. Pusat pusat kajian kewilayahan bertumbuh subur di berbagai universitas di China. Pusat Kajian Asia Tenggara di SCNU ini misalnya berfungsi sebagai jembatan akademik yang mendukung ekspansi politik dan ekonomi China melalui penelitian strategis, diplomasi budaya, dan konsultasi kebijakan. Pusat-pusat ini misalnya menyediakan analisis ekonomi yang mendukung BRI (Belt and Road Initiative), sebuah inisiatif global yang diluncurkan oleh China pada tahun 2013. Kebijakan ini ingin menghubungkan China dengan negara-negara lain melalui pembangunan infrastruktur, seperti jalan, rel kereta api, pelabuhan, dan jaringan digital. SCNU, misalnya, membangun delapan basis riset di tujuh negara Asia Tenggara untuk pertukaran ilmu pengetahuan, pelatihan talenta, dan layanan konsultasi yang memperkuat hubungan industri-universitas-pemerintah. Hasil riset ini membantu perusahaan China memahami pasar lokal, mengurangi risiko investasi, dan mempromosikan proyek seperti pelabuhan serta kereta cepat, sehingga mempercepat ekspansi ekonomi.​ Secara politik, pusat kajian ini membentuk narasi positif tentang China melalui seminar internasional, konferensi, dan kolaborasi dengan universitas ASEAN, yang memengaruhi opini pembuat kebijakan regional. Mereka mengadvokasi stabilitas kawasan, kerjasama multilateral, dan respons terhadap isu penting seperti Laut China Selatan. Ada kesan China ingin menggeser wacana Barat-sentris menjadi perspektif China-sentris di Asia Tenggara.​ Misalnya SCNU menggandeng Indonesia untuk Kerjasama pendidiikan. Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU didapuk sebagai salah satu anggota Dewan Penasehat Pusat Studi Asia Tenggara SCNU. Universitas yang resmi berdiri sejak 1933 ini juga menjalin kerjasama riset dan penelitian dengan dengan Universitas Islam Negeri Syaifuddin Zuhri di Purwokerto. Di sebuah ruang sebelum kunjungan berakhir, mereka meminta pandangan kami, wartawan Indonesia ini tentang peran China di regional dan global. “Apakah peran kami sudah benar?” ujar Summer. Tentu saja kami yang tak terbiasa berpikir strategis, besar, terencana dalam percaturan politik dan ekonomi skala regional dan global langsung gelagapan. “China sudah benar, dia suadara tua yang memandu kami sekarang,” ujar saya gelagapan. Saat pulang saya masih memikirkan pertanyaan Summer sambil memandang bunga bunga pohon kapuk yang rontok di jalanan. (bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus Pensiun, Simak Syaratnya

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus Pensiun, Simak Syaratnya

Cara mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa menunggu pensiun kini makin mudah. Simak syarat, kriteria, dan langkah klaim online lewat JMO.
Pelatih Saint Kitts and Nevis Takjub Atmosfer GBK, Tetap Salut Meski Disikat 4 Gol oleh Timnas Indonesia

Pelatih Saint Kitts and Nevis Takjub Atmosfer GBK, Tetap Salut Meski Disikat 4 Gol oleh Timnas Indonesia

Pelatih St. Kitts dan Nevis, Marcelo Serrano, memuji atmosfer GBK meski timnya kalah 4-0 dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Langsung Menggila di Laga Debut, John Herdman Ungkap Rahasia Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia Atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

Langsung Menggila di Laga Debut, John Herdman Ungkap Rahasia Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia Atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

John Herdman puas usai debut manis bawa Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Ia ungkap target, kunci sukses, dan fokus ke final.
Reaksi Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Kirim Pesan Tegas Jelang Final Vs Bulgaria

Reaksi Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Kirim Pesan Tegas Jelang Final Vs Bulgaria

Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir apresiasi tim, namun ingatkan Garuda tetap fokus.
Bawa 4 Kemenangan Beruntun, Marco Bezzecchi Asapi Pembalap Ducati Lagi di MotoGP Amerika Serikat 2026?

Bawa 4 Kemenangan Beruntun, Marco Bezzecchi Asapi Pembalap Ducati Lagi di MotoGP Amerika Serikat 2026?

Dua kemenangan di awal MotoGP 2026 membawa Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan koleksi 56 poin.
Purbaya Setuju Rencana Efisiensi MBG jadi 5 Hari, Tapi dengan Syarat Tegas

Purbaya Setuju Rencana Efisiensi MBG jadi 5 Hari, Tapi dengan Syarat Tegas

Menkeu Purbaya setuju dengan rencana program MBG yang rencananya akan berjalan lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi. Namun, Menkeu memberi syarat tegas.

Trending

Reaksi Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Kirim Pesan Tegas Jelang Final Vs Bulgaria

Reaksi Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Kirim Pesan Tegas Jelang Final Vs Bulgaria

Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir apresiasi tim, namun ingatkan Garuda tetap fokus.
Langsung Menggila di Laga Debut, John Herdman Ungkap Rahasia Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia Atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

Langsung Menggila di Laga Debut, John Herdman Ungkap Rahasia Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia Atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

John Herdman puas usai debut manis bawa Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Ia ungkap target, kunci sukses, dan fokus ke final.
Bawa 4 Kemenangan Beruntun, Marco Bezzecchi Asapi Pembalap Ducati Lagi di MotoGP Amerika Serikat 2026?

Bawa 4 Kemenangan Beruntun, Marco Bezzecchi Asapi Pembalap Ducati Lagi di MotoGP Amerika Serikat 2026?

Dua kemenangan di awal MotoGP 2026 membawa Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan koleksi 56 poin.
Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus Pensiun, Simak Syaratnya

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus Pensiun, Simak Syaratnya

Cara mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa menunggu pensiun kini makin mudah. Simak syarat, kriteria, dan langkah klaim online lewat JMO.
Pelatih Saint Kitts and Nevis Takjub Atmosfer GBK, Tetap Salut Meski Disikat 4 Gol oleh Timnas Indonesia

Pelatih Saint Kitts and Nevis Takjub Atmosfer GBK, Tetap Salut Meski Disikat 4 Gol oleh Timnas Indonesia

Pelatih St. Kitts dan Nevis, Marcelo Serrano, memuji atmosfer GBK meski timnya kalah 4-0 dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Purbaya Setuju Rencana Efisiensi MBG jadi 5 Hari, Tapi dengan Syarat Tegas

Purbaya Setuju Rencana Efisiensi MBG jadi 5 Hari, Tapi dengan Syarat Tegas

Menkeu Purbaya setuju dengan rencana program MBG yang rencananya akan berjalan lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi. Namun, Menkeu memberi syarat tegas.
Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/03/2026) malam ini. Skuad Garuda pun membidik kemenangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT