News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kelakar Menkeu Purbaya Potong Gaji Anak Buah Gara-Gara Salah Prediksi Asumsi Makro 2025

Purbaya berkelakar akan “memotong gaji” Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, yang disebut meleset dalam dua indikator utama.
Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan candaan bernada tajam kepada jajaran pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) usai menemukan kesalahan dalam proyeksi asumsi makro 2025.

Dalam konferensi pers “APBN KiTa” Edisi Oktober 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025), Purbaya bahkan berkelakar akan “memotong gaji” Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, yang disebutnya meleset dalam dua indikator utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesalahan pertama terletak pada proyeksi imbal hasil surat berharga negara (SBN) 10 tahun. Realisasi yield per akhir September 2025 tercatat sebesar 6,09 persen end of period (eop), lebih rendah dari asumsi APBN yang dipatok 7 persen.

“Lebih rendah dibandingkan dengan asumsi APBN yang sebesar 7 persen. Kalau gini, salah asumsinya ya? Masa miss-nya 1 persen? Kita untung, tapi dia (Febrio) berarti kerjanya jelek tuh, melakukan prediksinya salah,” ujar Purbaya disambut tawa para peserta konferensi.

Kesalahan kedua, kata Purbaya, muncul pada proyeksi harga minyak mentah. Dalam APBN 2025, harga minyak diasumsikan US$82 per barel. Namun, realisasinya jauh di bawah, yakni US$66,81 per barel (eop).

“Ini salah lagi prediksinya jadinya. Bagus, kita untung, cuma gaji lu (Febrio) tetap dipotong. Eh, enggak boleh ngomong gitu?” ucap Purbaya sambil berkelakar.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan itu mencerminkan pentingnya ketepatan proyeksi fiskal dalam menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi pemerintah. Pasalnya, kesalahan dalam asumsi makro dapat berdampak pada perencanaan anggaran, pembiayaan, hingga belanja negara.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga mengungkapkan kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencapai Rp371,5 triliun atau setara 1,56 persen dari produk domestik bruto (PDB) per September 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Defisit itu terjadi karena pendapatan negara baru mencapai Rp1.863,3 triliun atau 65 persen dari target, sementara realisasi belanja telah mencapai Rp2.234,8 triliun atau 63,4 persen.

Kendati begitu, Purbaya menilai perbedaan asumsi dan realisasi indikator makro masih dalam batas wajar, serta memberi sinyal positif karena beberapa komponen, seperti yield SBN dan harga minyak, justru lebih rendah dari perkiraan. Hal ini, katanya, membuka ruang fiskal yang lebih sehat bagi APBN di sisa tahun berjalan. (agr/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT