News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Arus Mudik, Gabungan Pengusaha Kapal Minta Kenaikan Tarif Penyeberangan

Alasannya, tarif yang diberlakukan saat ini belum mampu memenuhi biaya produksi pelayaran. Salah satunya, biaya perawatan kapal yang terus membengkak seiring naiknya harga dolar
Minggu, 10 April 2022 - 07:47 WIB
Aktivitas penyeberangan Jawa - Bali di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi
Sumber :
  • tvone - happy oktavia

Banyuwangi, Jawa Timur - Menjelang arus mudik, para operator kapal yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta kenaikan tarif pelayaran. Alasannya, tarif yang diberlakukan saat ini belum mampu memenuhi biaya produksi pelayaran. Salah satunya, biaya perawatan kapal yang terus membengkak seiring naiknya harga dolar. 

Tarif penyeberangan terakhir disesuaikan pada 1 Mei 2020. Itupun, niliainya belum menjawab naiknya biaya operasional kapal. Sebab, begitu tarif penyeberangan dinaikkan, biaya industri penyeberangan juga ikut naik.

"Komponen kapal rata-rata harus impor. Jadi, harganya mengikuti kurs dolar. Ini yang memberatkan kami," kata Ketua Gapasdap Jawa Timur, Sunaryo.

Kenaikan onderdil kapal juga memicu naiknya biaya operasional lain. Seperti, sewa galangan kapal dan perawatan peralatan keselamatan kapal. Lalu, biaya lain akibat terjadinya inflasi. Ditambah lagi naiknya Upah Minimum Regional (UMR) pegawai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak karyawan perusahaan kapal yang gajinya terlambat akibat naiknya biaya operasional pelayaran ini," keluhnya.

Idealnya, berdasarkan Kepmen Perhubungan RI No. 92 Tahun 2020 dan Permenhub RI No. 66 Tahun 2019, arif dasar yang ditetapkan Menteri dilakukan pengawasan dan evaluasi setiap enam bulan sekali.

"Ini sudah hampir dua tahun sejak 1 Mei 2020 lalu ditetapkan tarif baru, tapi belum ada kenaikan lagi," jelas Sunaryo. 

Apalagi, besaran tarif terakhir yang ditetapkan masih jauh dari harapan operator kapal. Sebab, di bawah harga pokok produksi (HPP) pelayaran yang rata-rata sekitar 68 persen. Karena itu, Gapasdap berharap segera ada penyesuaian tarif baru. Jika tidak, operator pelayaran dipastikan tidak bisa maksimal memberikan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan.

"Tentunya, perbaikan layanan berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan pengusaha kapal," pungkas Kepala Cabang Perusahaan Dharma Lautan Utama (DLU) yang berkantor di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ini. (Happy Oktavia/rey) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT