News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

CORE Desak Pemerintah Perluas Stimulus, Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

CORE Indonesia minta pemerintah perluas stimulus ekonomi untuk genjot konsumsi masyarakat kelas menengah bawah, setelah pertumbuhan konsumsi rumah tangga stagnan di kuartal I-2025.
Jumat, 25 Juli 2025 - 15:38 WIB
Ilustrasi ekonomi kerakyatan.
Sumber :
  • Dok. BRI

Jakarta, tvOnenews.com — Perekonomian nasional dinilai belum sepenuhnya pulih jika dilihat dari lambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada awal tahun ini. Dalam laporan tengah tahun CORE Indonesia, lembaga riset ini merekomendasikan agar stimulus ekonomi diperluas dan diperpanjang, terutama menyasar kelas menengah ke bawah.

“Fokus khusus harus diberikan pada pemulihan kemampuan konsumsi makanan pokok,” tulis laporan Mid-Year Economic Review 2025 yang dirilis Jumat (25/7/2025) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut CORE, langkah konkret yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan meningkatkan cakupan bantuan tunai langsung (BLT) dan mempertimbangkan diskon tarif listrik. Biaya listrik disebut menyumbang sekitar 10 persen dari pengeluaran rumah tangga, sehingga potongan harga dapat membantu menekan tekanan finansial.

Stimulus yang Ada Dinilai Masih Terbatas

Pemerintah sebelumnya telah menggelontorkan lima paket stimulus senilai total Rp24,44 triliun selama dua bulan terakhir (Juni–Juli 2025), dengan Rp23,59 triliun di antaranya bersumber dari APBN. Stimulus ini meliputi:

  • Diskon tiket transportasi dan tarif tol,

  • Bantuan sosial tambahan berupa sembako Rp200 ribu dan 10 kg beras untuk 18,3 juta penerima,

  • Subsidi upah Rp300 ribu per bulan untuk 17,3 juta pekerja,

  • Diskon 50 persen iuran JKK untuk sektor padat karya.

Meski begitu, CORE mencatat bahwa total nilai stimulus ini hanya setara 0,8 persen dari PDB konsumsi Indonesia kuartal I-2025. Jumlah itu dinilai belum cukup untuk mendorong percepatan pertumbuhan konsumsi secara nasional.

Konsumsi Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya mencapai 4,87 persen pada kuartal I-2025, sedikit melambat dari 4,91 persen pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi nasional pun ikut tertekan, turun menjadi 4,87 persen dari 5,11 persen di kuartal I-2024.

Padahal, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama PDB Indonesia, dengan kontribusi sekitar 53–56 persen. Pada awal tahun ini, kontribusi konsumsi mencapai 54,53 persen terhadap total PDB.

Perlu Langkah Strategis Enam Bulan ke Depan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat tren tersebut, CORE menilai pemerintah perlu bergerak cepat dalam waktu kurang dari enam bulan ke depan untuk mendorong pemulihan konsumsi, utamanya dengan memperkuat skema jaring pengaman sosial dan insentif bagi kelas menengah bawah.

“Perluasan stimulus akan menjaga daya beli dan memperkuat pondasi pemulihan ekonomi hingga akhir tahun,” tulis CORE. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT