News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekspor RI April 2025 Tembus 20,74 Miliar Dolar AS, Didominasi Produk Elektronik dan Kimia

Ekspor RI April 2025 capai 20,74 miliar dolar AS, naik 5,76% yoy. Mesin, kimia, dan semikonduktor dorong lonjakan ekspor non-migas.
Senin, 2 Juni 2025 - 13:54 WIB
ilustrasi ekspor-impor
Sumber :
  • Tim tvOne/Gani

Jakarta, tvOnenews.com – Angin segar kembali berembus dari sektor perdagangan luar negeri Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada April 2025 mencapai 20,74 miliar dolar AS, naik 5,76 persen dibandingkan April tahun sebelumnya.

Kenaikan ini terutama disumbang oleh ekspor non-migas yang melonjak 7,17 persen, yakni sebesar 19,57 miliar dolar AS, sementara ekspor migas justru terkoreksi 13,38 persen ke angka 1,17 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Peningkatan ekspor tahunan didorong komoditas non-migas seperti mesin dan perlengkapan elektrik, produk kimia, serta bahan kimia anorganik,” ungkap Pudji Ismartini, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Senin (2/6/2025).

Produk Elektronik dan Kimia Meroket Tajam

Komoditas dengan lonjakan tertinggi antara lain:

  • Mesin dan perlengkapan elektrik: naik 59,67% (andil 3,01%)
     

  • Berbagai produk kimia: naik 57,41% (andil 1,34%)
     

  • Bahan kimia anorganik: naik 91,35% (andil 0,84%)
     

Hal ini menunjukkan mulai bergesernya struktur ekspor nasional ke sektor industri pengolahan berteknologi menengah-tinggi, bukan sekadar komoditas primer.

Sektor industri pengolahan sendiri mendominasi ekspor non-migas April 2025 dengan nilai 15,95 miliar dolar AS, diikuti sektor pertambangan (3,15 miliar dolar AS) dan pertanian (0,48 miliar dolar AS).

Komoditas penopang utama antara lain logam dasar bukan besi, semikonduktor, produk kakao olahan, serta kimia dasar organik dari hasil pertanian.

Ekspor Migas Melemah, Gas Jadi Biang Penurunan

Di sisi lain, sektor migas justru mencatat pelemahan, terutama akibat penurunan nilai ekspor gas, yang menyumbang andil negatif sebesar -0,78 persen.

Meski demikian, secara kumulatif Januari–April 2025, kinerja ekspor tetap positif, dengan total 87,36 miliar dolar AS, naik 6,65 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Tiga komoditas utama ekspor nasional masih didominasi oleh:

  • Besi dan baja: naik 6,62%

  • CPO dan turunannya: naik 20,00%

  • Batubara: turun 19,74%

Ketiganya mencatat kontribusi gabungan sebesar 29,10 persen terhadap total ekspor non-migas periode Januari–April 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara Tujuan Ekspor Masih Didominasi Tiongkok

Dalam hal negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 18,87 miliar dolar AS, diikuti Amerika Serikat (9,38 miliar dolar AS) dan India (5,59 miliar dolar AS). (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT