News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kredit Rumah Stabil 10 Persen! OJK Bongkar Fakta Tren KPR Tipe Menengah Paling Diminati

OJK mencatat porsi KPR stabil di kisaran 10 persen selama 4 tahun terakhir. Rumah tipe 22-70 jadi favorit. Simak tren dan risiko terbaru sektor properti di tengah tantangan ekonomi.
Senin, 26 Mei 2025 - 11:55 WIB
Intip Cara Cepat dan Mudah Miliki Rumah Idaman dengan KPR
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk membeli hunian, meskipun di tengah tekanan ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, selama empat tahun terakhir, porsi KPR terhadap total kredit nasional terjaga stabil di kisaran 10 persen.

Berdasarkan data per Maret 2025, KPR menyumbang 10,16 persen dari total kredit nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perumahan masih punya tempat penting dalam portofolio pembiayaan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, rumah tipe 22 sampai 70 menjadi tulang punggung pertumbuhan KPR. Tercatat, segmen ini menyumbang 60,27 persen dari total KPR nasional. Sementara itu, rumah dengan tipe di atas 70 ikut menyumbang signifikan, yakni 28,96 persen.

"KPR tipe 22 sampai 70 dan di atas 70 menjadi kontributor utama, dan pertumbuhannya cukup tinggi," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5).

Dari sisi permintaan, survei properti Bank Indonesia mengungkap bahwa KPR masih menjadi metode utama masyarakat dalam membeli rumah, terutama di pasar primer. Namun, pada Maret 2025, pertumbuhan KPR melambat menjadi 8,89 persen (yoy), turun dibandingkan 14,26 persen (yoy) pada Maret 2024.

Perlambatan ini sejalan dengan tren melambatnya pertumbuhan kredit secara umum, yang dipicu oleh ketidakpastian global serta daya beli masyarakat yang melemah. Fenomena ini juga tercermin dari data survei harga properti residensial Bank Indonesia yang menunjukkan penjualan dan harga rumah tumbuh terbatas pada kuartal I 2025.

Selama periode April 2024 hingga Mei 2025, tercatat 531 ribu rekening KPR baru dengan nilai realisasi hampir Rp200 triliun. Sekitar 85 persen dari rekening baru tersebut berasal dari rumah tipe 22 hingga 70, menandakan bahwa rumah tipe menengah masih paling diminati.

Di tengah tantangan ekonomi, OJK tetap mendorong perbankan untuk mendukung program pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat dengan prinsip kehati-hatian.

"Perbankan harus tetap mendukung program kesejahteraan, namun tetap menjunjung tinggi tata kelola dan manajemen risiko," tambah Dian.

Dari sisi risiko, kualitas kredit KPR masih aman. Rasio kredit bermasalah (NPL) KPR per Maret 2025 berada di 2,93 persen, masih di bawah ambang batas wajar 5 persen, meskipun naik dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 2,49 persen.

Namun, OJK mengingatkan perlunya kewaspadaan ekstra, mengingat tren pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan daya beli dapat meningkatkan risiko kredit, terutama bagi segmen menengah ke bawah.

Untuk mendukung sektor perumahan, OJK telah mengambil sejumlah langkah strategis, seperti mencabut larangan kredit untuk pengadaan tanah sejak awal 2023 melalui POJK No. 27/2022, serta menetapkan bobot risiko KPR paling rendah sebesar 20 persen dalam perhitungan ATMR Kredit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penilaian kualitas KPR pun kini lebih fleksibel. Berdasarkan POJK No.40/POJK.03/2019, bank dapat menilai kualitas kredit berdasarkan ketepatan pembayaran bunga dan/atau pokok, khusus untuk debitur dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar.

OJK berharap kebijakan ini mampu mendorong sektor properti agar semakin inklusif, sekaligus memberikan lebih banyak masyarakat akses terhadap kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT