News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IFESDC 2025 di Markas Bank Dunia: Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Global dalam Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Indonesia menorehkan peran strategis di International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC 2025) yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bank Dunia.
Jumat, 23 Mei 2025 - 20:16 WIB
International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC 2025).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Yanri Subekti

Washington, D.C., tvOnenews.com - Indonesia kembali menorehkan peran strategis dalam kancah global melalui penyelenggaraan International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC 2025) yang berlangsung selama dua hari di kantor pusat Bank Dunia, Washington D.C., 21–22 Mei 2025.

Konferensi prestisius ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari 11 negara lintas benua, mulai dari Amerika Serikat, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Arab Saudi. IFESDC 2025 mengusung tema besar: “Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan untuk Pembangunan Berkelanjutan.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konferensi ini diselenggarakan oleh Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) bersama Universitas Tazkia dan Sakinah Finance, serta didukung oleh Kantor Direktur Eksekutif Asia Tenggara di Bank Dunia (EDS16).

Forum ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki kontribusi signifikan dalam mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, ketimpangan, dan krisis iklim.

Menteri Keuangan dan Menteri Agama RI Sampaikan Pidato Kunci

Dalam pidato video yang mengawali konferensi, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, menekankan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran dan tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi global.

“Gerakan ekonomi syariah harus hadir dalam menjawab kesulitan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah dalam mencapai tujuan pembangunan,” ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan inklusif dan nilai-nilai etika dalam pembangunan. Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia membagikan praktik baik dalam moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi melalui instrumen seperti zakat, wakaf, dan microfinance syariah.

Ragam Topik dan Kolaborasi Internasional

Berbagai sesi panel mendiskusikan tema inovatif seperti integrasi zakat dan wakaf dalam sistem pembangunan, pengembangan industri halal, keuangan sosial syariah, serta inklusi keuangan untuk kelompok rentan.

Sejumlah tokoh internasional turut hadir, seperti Hiba Ahmed (mantan Dirjen Islamic Solidarity Fund for Development), Thaweelap Rittapirom (Islamic Bank of Thailand), dan Monem Salam (Saturna Capital). Dari Indonesia, hadir antara lain perwakilan PT PNM, BankNano, PT Transjakarta, dan Ancol, yang memaparkan peran ekonomi syariah dalam sektor publik dan swasta.

Keseriusan Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi syariah juga tampak lewat penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) antara perguruan tinggi Indonesia seperti Universitas Tazkia, Universitas Lampung, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan Guidance College (Houston, AS) dan George Washington University.

Jamuan di KBRI Washington dan Komitmen Keberlanjutan

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Kedutaan Besar RI di Washington D.C. menjamu seluruh peserta dalam acara resmi yang dibuka oleh Chargé d’Affaires RI, Ida Bagus Made Bimantara. Dalam sambutannya, ia menyatakan forum ini adalah bukti kolaborasi diaspora, akademisi, dan sektor keuangan syariah dalam memperjuangkan keadilan sosial global.

Konferensi juga melahirkan Resolusi IFESDC 2025 yang dibacakan oleh Haryadi, penasihat senior EDS16 World Bank, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Resolusi tersebut mendorong penguatan riset, optimalisasi zakat dan wakaf, serta peningkatan peran pemuda dan perempuan dalam ekonomi syariah.

Menuju IFESDC 2026

Dalam pidato penutup, Arif Mustofa, Presiden IMAAM dan Ketua IFESDC 2025, menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor dan panitia. Ia juga mengumumkan bahwa IFESDC 2026 akan kembali digelar di markas Bank Dunia pada musim semi tahun depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Konferensi ini bukan sekadar forum diskusi, tapi gerakan nyata memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar penting pembangunan global yang inklusif dan berkeadilan,” tegas Arif Mustofa.

Dengan keberhasilan IFESDC 2025, Indonesia kembali membuktikan kapasitasnya sebagai motor penggerak ekonomi syariah global yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai agama, tapi juga menjawab tantangan dunia nyata dengan solusi konkret dan berkelanjutan. (ysi/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT