News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Investasi Rp3,3 Triliun, Daikin Buka Pabrik AC Raksasa di Cikarang, Digadang bakal Serap 1.000 Pekerja

Pabrik baru Daikin di kawasan GIIC Industrial Parks, Cikarang, Jawa Barat,digadang akan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dengan investasi mencapai Rp3,3 triliun.
Jumat, 16 Mei 2025 - 13:44 WIB
Wamenperin meninjau pabrik AC skala penuh pertama di Indonesia dari perusahaan asal Jepang, Daikin, yang ada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Sumber :
  • Dok. Kemenperin

Jakarta, tvOnenews.com - Perusahaan elektronik asal Jepang, PT Daikin Industries Indonesia, resmi membuka pabrik baru untuk produk pendingin udara (AC) rumah tangga.

Berlokasi di kawasan GIIC Industrial Parks, Cikarang, Jawa Barat, proyek ini digadang akan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dengan nilai investasi mencapai Rp3,3 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Daikin Global di Indonesia. Dengan kapasitas produksi hingga 1,5 juta unit per tahun, pabrik ini dirancang untuk melayani pasar domestik dan ekspor.

Menyambut baik investasi tersebut, pemerintah menilai dibukanya pabrik AC Daikin turut mendukung penguatan sektor manufaktur dalam negeri.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan bahwa investasi Daikin diharapkan memberi dampak positif bagi industri elektronik nasional.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jajaran PT Daikin Industries Indonesia, atas peran dan komitmen dalam investasi dan prakarsa memajukan industri elektronika Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Daikin hadir lewat PT Daikin Manufacturing Indonesia yang memproduksi AC tipe ducting dan Air Handling Units.

Kini, melalui entitas baru, PT Daikin Industries Indonesia, fokus produksi diperluas ke segmen AC rumah tangga.

Namun demikian, industri elektronik Indonesia masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam hal ketergantungan impor komponen utama.

Salah satunya adalah kompresor AC, yang nilai impornya mencapai 244,29 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun pada tahun 2024.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong Daikin agar secara bertahap memproduksi komponen penting secara lokal.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian industri dan memperkokoh rantai pasok nasional.

Di sisi regulasi, pemerintah telah menerapkan kebijakan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk AC sejak diberlakukannya Permenperin No. 34 Tahun 2013.

Ke depan, pengawasan mutu akan semakin ketat seiring dengan diberlakukannya Permenperin No. 7 Tahun 2025 pada Juli tahun depan, yang mengatur penerapan SNI wajib bagi produk elektronik rumah tangga, termasuk AC.

Regulasi tersebut ditujukan untuk memastikan setiap produk yang beredar memenuhi standar keselamatan dan kualitas.

Hal ini juga berlaku bagi produk-produk yang diproduksi PT Daikin Industries Indonesia, yang diharapkan dapat menyesuaikan dengan aturan tersebut.

“Saya berharap kehadiran pabrik baru ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan dan daya saing industri elektronika nasional, serta secara signifikan memberikan sumbangsih kontribusi yang makin besar dari industri pengolahan pada perekonomian tanah air,” tambah Wamenperin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, neraca perdagangan sektor elektronik Indonesia masih mengalami defisit. Hingga akhir 2024, defisit tercatat sebesar 16,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp265 triliun. Impor produk elektronik mencapai 25,43 miliar dolar AS (Rp417 triliun), sementara ekspor hanya menyentuh angka 9,23 miliar dolar AS (Rp151 triliun).

Produk AC rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar dari sisi impor, dengan nilai mencapai 420,46 juta dolar AS atau Rp6,9 triliun. Meski mengalami penurunan 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih cukup signifikan. (ant/rpi)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT