GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pers Global Kian Terpuruk, RSF Soroti Tekanan Ekonomi dan Dominasi Big Tech yang Gerus Media: Posisi RI Turun 16 Tingkat

Dalam laporan Indeks Kebebasan Pers Dunia 2025, RSF menyampaikan bahwa industri media dan kebebasan pers di berbagai penjuru dunia mengalami kemunduran signifikan.
Minggu, 4 Mei 2025 - 20:14 WIB
RSF melaporkan kebebasan pers dunia semakin terpuruk karena tekanan ekonomi.
Sumber :
  • RSF

Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi Reporters Without Borders (RSF) merilis Indeks Kebebasan Pers Dunia 2025 pada Jumat (3/5/2025).

Laporan tahunan itu menyoroti kondisi pers global yang kian mengkhawatirkan, tak hanya akibat ancaman kebebasan, tapi juga tekanan ekonomi yang semakin berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan terbaru, RSF menyampaikan bahwa media di berbagai penjuru dunia mengalami kemunduran signifikan.

Kebebasan pers disebut berada dalam kondisi paling buruk sejak lembaga ini mulai melakukan pemantauan.

Tekanan ekonomi menjadi sebagai salah satu faktor dominan yang menyebabkan media kehilangan daya tahan, baik dalam hal operasional maupun independensi editorial.

RSF yang berdiri sejak 1985 dan berkantor pusat di Paris, Prancis, menyebut bahwa kebebasan pers secara global kini berada dalam "titik terendah" dan mengalami kondisi yang "kritis" akibat penurunan berkelanjutan sepanjang tahun ini.

RSF menyoroti bahwa media di banyak negara menghadapi tekanan finansial serius yang berdampak langsung pada kemampuan mereka untuk bertahan dan tetap independen.

Indikator ekonomi dalam penyusunan indeks tersebut menunjukkan bahwa banyak perusahaan media terjebak dalam dilema antara menjaga kualitas jurnalistik dan mencari pemasukan untuk kelangsungan bisnis mereka.

"Ketika media berita terkendala secara finansial, mereka akan terjerumus dalam persaingan untuk menarik khalayak dengan mengorbankan pemberitaan yang berkualitas," kata Anne Bocandé, Direktur Editorial RSF, dikutip Minggu (4/5/2025).

Bocandé menegaskan, kemandirian finansial merupakan fondasi penting agar media mampu menyediakan informasi yang bebas dan dapat dipercaya untuk publik.

Berdasarkan data yang dihimpun RSF, dari 180 negara yang dinilai dalam indeks 2025, sebanyak 160 negara dilaporkan mengalami krisis keuangan di sektor medianya. Beberapa bahkan disebut tidak memiliki anggaran operasional sama sekali.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap kelangsungan media. Pada sepertiga daftar negara yang dinilai, sejumlah organisasi pers terpaksa gulung tikar akibat kesulitan ekonomi.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Tunisia, dan Argentina termasuk dalam daftar tersebut.

Krisis yang dialami media di Palestina disebut jauh lebih parah. Di Jalur Gaza, serangan Israel menyebabkan hancurnya berbagai kantor media dan menewaskan hampir 200 jurnalis.

RSF juga mengkritik dominasi perusahaan teknologi raksasa (big tech) seperti Google, Apple, dan Meta. Perusahaan-perusahaan ini dinilai telah menyerap sebagian besar pendapatan iklan yang sebelumnya menjadi sumber utama pendanaan media.

Pada tahun 2024, total belanja iklan di media sosial mencapai 247,3 miliar dolar AS atau hampir Rp407 triliun, naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain menggerus pendapatan media, platform digital juga dianggap memperparah disinformasi dengan turut menyebarkan konten menyesatkan yang mempengaruhi ruang informasi publik.

RSF turut menyoroti konsentrasi kepemilikan media yang semakin menyempit, terutama di negara-negara di mana pemilik media memiliki keterkaitan kuat dengan elit politik.

Situasi ini ditemukan di India, Indonesia, dan Malaysia, di mana konglomerat politik mendominasi kelompok media besar.

Dalam laporan tahun ini, posisi Indonesia dalam Indeks Kebebasan Pers 2025 anjlok ke peringkat 127. Peringkat ini turun 16 tingkat dibandingkan tahun lalu.

Sementara Norwegia tetap mempertahankan posisi puncak, dan Eritrea (Afrika Timur) kembali menjadi juru kunci.

Beberapa negara lain juga mencatat penurunan, seperti Amerika Serikat turun ke peringkat 57, Tunisia ke posisi 129, dan Argentina terlempar ke peringkat 87.

Namun, India dan Malaysia justru mengalami peningkatan peringkat, masing-masing ke posisi 151 dan 88.

Laporan tentu perlu menjadi perhatian serius, mengingat bahwa tekanan ekonomi dan politik menjadi ancaman yang tak main-main bagi kebebasan pers.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak diimbangi dengan kebijakan perlindungan yang jelas dan dukungan keberlanjutan finansial, media berisiko kehilangan fungsi utamanya sebagai penjaga demokrasi.

"Ekonomi media harus segera dipulihkan ke kondisi yang kondusif bagi jurnalisme dan memastikan produksi informasi yang dapat dipercaya, yang pada dasarnya mahal," ujar Anne Bocandé. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus
Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, mengatakan bahwa Festival Ikan Bandeng memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Betawi.

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Simak prediksi finansial serta tips mengatur pemasukan dan pengeluaran hari ini.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT