News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengangguran Jepang Turun Jadi 2,5% di 2024, Sinyal Kuat Krisis Tenaga Kerja Belum Usai

Tingkat pengangguran Jepang turun jadi 2,5% di tahun fiskal 2024. Kekurangan tenaga kerja masih jadi tantangan meski jumlah pekerja mencapai rekor tertinggi.
Jumat, 2 Mei 2025 - 11:27 WIB
Ilustrasi - Bendera Jepang
Sumber :
  • nihongoenak.net

Tokyo, tvOnenews.com — Jepang mencatat penurunan tingkat pengangguran menjadi 2,5 persen pada tahun fiskal 2024, turun 0,1 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Ini merupakan perbaikan pertama dalam dua tahun terakhir di tengah situasi pasar tenaga kerja yang masih ketat akibat kekurangan tenaga kerja yang terus berlanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi yang dirilis Jumat (2/5) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran selama tahun fiskal yang berakhir Maret 2025 berkurang sebanyak 30.000 orang menjadi 1,75 juta. Sementara itu, jumlah tenaga kerja aktif meningkat signifikan sebanyak 370.000 orang, mencapai 67,93 juta—angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1953.

“Meski sempat terkena PHK, pencari kerja relatif mudah mendapatkan pekerjaan baru karena masih adanya kekurangan tenaga kerja,” ujar seorang pejabat kementerian.

Secara khusus, jumlah orang yang diberhentikan dari pekerjaannya menurun sebanyak 20.000 menjadi 220.000 orang. Sementara jumlah mereka yang secara sukarela mengundurkan diri tetap stabil di angka 750.000 orang—umumnya karena ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.

Namun, pada bulan Maret 2025 sendiri, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 2,5 persen dibanding 2,4 persen di Februari, menandakan fluktuasi jangka pendek dalam dinamika ketenagakerjaan.

Di sisi lain, rasio ketersediaan pekerjaan—indikator penting dalam pasar tenaga kerja Jepang—rata-rata menurun menjadi 1,25, dari sebelumnya 1,29. Artinya, tersedia 125 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja. Ini merupakan penurunan dua tahun berturut-turut menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.

Meski demikian, menurut ekonom Daiwa Institute of Research, Kisuke Yoshii, pasar kerja Jepang masih dikategorikan ketat. “Selama indeks tetap di atas 1,00, artinya lowongan lebih banyak dari pencari kerja. Krisis tenaga kerja belum mereda,” ungkap Yoshii.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi sektor industri, tren yang muncul menunjukkan lonjakan lowongan kerja baru di bidang teknologi dan pariwisata. Sektor informasi dan komunikasi mencatat peningkatan 8,2 persen dibanding tahun lalu, sementara sektor akomodasi dan restoran naik 3,3 persen. Namun, sektor ritel dan grosir turun 7,7 persen dan sektor jasa hiburan menyusut 6,9 persen.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun angka pengangguran menurun, tantangan distribusi tenaga kerja antarsektor masih perlu perhatian serius. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT