News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pede Ekonomi RI Tahan Guncangan Trump, BI Ungkap 3 Strategi Jitu Jaga Stabilitas Ekonomi

Keyakinan itu didasarkan pada tiga indikator utama yang menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi RI.
Kamis, 24 April 2025 - 13:12 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah guncangan global akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia masih berdiri kokoh.

Keyakinan itu didasarkan pada tiga indikator utama yang menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau untuk negara-negara yang sedang membangun seperti Indonesia, emerging market, and developing country sepanjang defisit transaksi berjalan itu tidak lebih dari 3 persen itu kategorinya stabilitas eksternalnya itu tetap kuat, itu alasan yang pertama,” kata Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Kamis (24/4/2025).

Perry menjelaskan, defisit transaksi berjalan Indonesia masih berada di kisaran aman antara 0,5 persen hingga 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah ambang batas 3 persen yang biasa digunakan sebagai indikator kestabilan eksternal bagi negara berkembang.

Alasan kedua, Perry menyebutkan bahwa defisit transaksi berjalan tersebut dapat dengan mudah ditutupi oleh surplus transaksi modal dan finansial.

Masuknya investasi portofolio, penanaman modal asing (PMA), serta kontribusi dari kebijakan pemerintah seperti kewajiban Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menjadi penopang utama neraca pembayaran nasional.

“Maupun sumber-sumber aliran dan asing termasuk juga dampak positif dari kebijakan pemerintah untuk DHE SDA. Jadi defisit transaksi berjalan kami meyakini dapat dipenuhi dari surplus transaksi modal dan financial sehingga secara keseluruhan neraca pembayaran akan surplus,” lanjutnya.

Faktor ketiga yang memperkuat stabilitas eksternal Indonesia adalah cadangan devisa yang masih tebal. Per Maret 2025, cadangan devisa Indonesia mencapai US$157,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Tiga pertimbangan tadi yang menyimpulkan optimisme kami bahwa ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global kuat,” tegas Perry.

Meski demikian, Perry tidak menutup mata terhadap ancaman dari kebijakan tarif AS yang dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ekspor RI, baik ke AS maupun ke Tiongkok.

Namun, saat ini Indonesia masih punya waktu lantaran Trump menunda kebijakan tarif selama 90 hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tentu saja nanti berdampak kepada seberapa besar ekspor ke Indonesia direct impact langsungnya terhadap Amerika dan juga indirect impact, dampak tindak langsungnya ekspor Indonesia kepada Tiongkok,” ujarnya.

“Perlu kita sadari bersama, ini seperti kita tadi sampaikan oleh Bu Menteri Keuangan dinamika kebijakan tarif ini terus berlangsung dan tentu saja perlu dilakukan assessment lebih lanjut,” sambung dia. (agr/nba)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT